Berita

Anak-anak/Net

Dunia

Penelitian Dari China: Anak-anak Jadi Carrier Virus Corona Paling Potensial

MINGGU, 29 MARET 2020 | 10:50 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Sebuah penelitian baru dari China mengungkapkan, anak-anak bisa menjadi carrier atau pembawa virus yang paling potensial.

Pasalnya, anak-anak cenderung tidak memiliki gejala yang parah ketika terinfeksi virus corona atau Covid-19. Beberapa kasus Covid-19 pada anak-anak juga lebih sulit dideteksi daripada orang dewasa.

Sebuah studi yang diterbitkan dalam sebuah makalah The Lancet Infectious Disease pada Rabu (26/3) menunjukkan, 28 persen dari anak-anak yang terinfeksi tidak memiliki gejala.


Penelitian tersebut dilakukan terhadap 36 anak-anak di Provinsi Zhejiang. Di mana 10 anak tidak memiliki gejala infeksi dan 7 anak lainnya memiliki gejala pernapasan ringan.

Sebuah penelitian lain yang diterbitkan pada bulan ini The New England Journal of Medicine juga memiliki hasil yang serupa.

Dari 171 anak yang terinfeksi corona di Wuhan, sebanyak 27 anak atau 15,8 persen tidak menunjukkan gejala. Bahkan 12 anak lainnya tidak menunjukkan pneumonia saat dilakukan scan medis.

“Sebagian besar anak-anak tanpa gejala menunjukkan kesulitan dalam mengidentifikasi pasien anak yang tidak memiliki informasi epidemiologis yang jelas, yang mengarah ke situasi berbahaya pada infeksi yang didapat masyarakat,” kata para peneliti dalam penelitian Zhejiang seperti dimuat SCMP.

Oleh karena itu, meski jumlah kasus di China sudah menurun bahkan beberapa kali mendapatkan nol kasus lokal, namun sekolah-sekolah di beberapa wilayah masih belum dibuka untuk meminimalisir terjadinya lonjakan kasus baru,

Pakar medis Kanada Alyson Kelvin dan Scott Halperin juga mengatakan penelitian di Zhejiang menunjukkan potensi peran anak-anak dalam menyebarkan virus.

“Temuan paling penting yang datang dari analisis ini adalah bukti jelas bahwa anak-anak rentan terhadap infeksi, tetapi seringkali tidak memiliki penyakit yang menonjol, meningkatkan kemungkinan bahwa anak-anak dapat menjadi fasilitator penularan virus,” tulis mereka dalam komentar di jurnal.

Ada pun penelitian tersebut dipimpin oleh Song Qifa dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Ningbo dan Chen Dong dari Rumah Sakit Pusat Wenzhou.

Penelitian tersebut dilakukan pad anak berusia 1 hingga 16 tahun dari Januari hingga akhir Februari.

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

UPDATE

Komisi III DPR Sambut KUHP dan KUHAP Baru dengan Sukacita

Jumat, 02 Januari 2026 | 14:12

Bea Keluar Batu Bara Langkah Korektif Agar Negara Tak Terus Tekor

Jumat, 02 Januari 2026 | 14:08

Prabowo Dua Kali Absen Pembukaan Bursa, Ini Kata Purbaya

Jumat, 02 Januari 2026 | 14:07

Polri Susun Format Penyidikan Sesuai KUHP dan KUHAP Baru

Jumat, 02 Januari 2026 | 14:06

Koalisi Permanen Mustahil Terbentuk

Jumat, 02 Januari 2026 | 14:01

Polri-Kejagung Jalankan KUHP dan KUHAP Baru Sejak Pukul 00.01 WIB

Jumat, 02 Januari 2026 | 13:58

Tutup Akhir Tahun 2025 DPRD Kota Bogor Tetapkan Dua Perda

Jumat, 02 Januari 2026 | 13:46

Presiden Prabowo Harus Segera Ganti Menteri yang Tak Maksimal

Jumat, 02 Januari 2026 | 13:42

Bitcoin Bangkit ke Level 88.600 Dolar AS

Jumat, 02 Januari 2026 | 13:41

Berjualan di Atas Lumpur

Jumat, 02 Januari 2026 | 13:41

Selengkapnya