Berita

Ketua DPP Gerindra Hendarsam Marantoko/Net

Politik

Hendarsam Marantoko Desak Pemerintah Segera Karantina Wilayah, Ini Alasannya

SABTU, 28 MARET 2020 | 22:23 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Sikap tegas pemerintah sangat dinanti oleh masyarakat terutama untuk melakukan karantina wilayah. Meskipun bersifat mendesak, namun hingga saat ini belum ada aturan tegas yang dikeluarkan oleh pemerintah.

Pasalnya, hingga saat ini yang ada cuma imbauan untuk social distancing (jaga jarak sosial) dan physical distancing (jaga jarak fisik).

Demikian disampaikan Ketua DPP Partai Gerindra, Hendarsam Marantoko dalam keterangannya, Sabtu (27/3).


"Karantina Wilayah harus segera, jangan gagap kebijakan. Memang pemerintah dilema, karena mau lockdown ada pertimbangan ekonomi dan politik, patut di pahami. Dan saat ini yang ada cuma himbauan supaya social distancing, cuci tangan, WFH dan bla bla bla lainnya," ujar Hendarsam Marantoko.

"Imbauan tidaklah cukup, harus ada penetapan dari pemerintah dan itu di atur dalam UU No 6 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan," imbuhnya menegaskan.

Pemilik Hendarsam Marantoko Partner Law Firm ini mengatakan, penyebaran virus corona (Covid-19) sangat cepat sekali.

Atas dasar itu, untuk menekan upaya penyebaran virus mematikan itu dibutuhkan kerjasama semua pihak termasuk ketegasan dari pemerintah untuk tidak sekadar mengeluarkan imbauan.
"Jika sifatnya himbauan tentunya tidak ada sanksi, beda dengan menggunakan UU yang sudah ada sanksinya. Sehingga masyarakat lebih tertib dan perangkat pemerintahan mempunyai dasar hukum untuk menjalankannya," pungkasnya.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

UPDATE

Konsep Pasar Modern Tak Harus Identik Bangunan Mewah

Selasa, 07 April 2026 | 04:15

Jangan cuma Israel, Preman Kampung di Purwakarta Juga Wajib Dikutuk

Selasa, 07 April 2026 | 04:04

Tukang Ojek Ditembak Penumpang, Motor Dibawa Kabur

Selasa, 07 April 2026 | 03:38

Subsidi BBM Bocor Rp7 Triliun Gegara Kemacetan Jakarta

Selasa, 07 April 2026 | 03:15

KA Bangunkarta Anjlok di Bumiayu, Penumpang Dievakuasi 10 Bus

Selasa, 07 April 2026 | 03:00

Fahira Sodorkan Lima Strategi Pasar Tradisional Jadi Fondasi Jakarta Kota Global

Selasa, 07 April 2026 | 02:25

Waspada Politik Gunting dalam Lipatan di Lingkaran Istana

Selasa, 07 April 2026 | 02:11

Muslim Iran, Berjuanglah untuk Islam

Selasa, 07 April 2026 | 02:07

Viral Mobil Dinas di Kawasan Puncak, Pemprov DKI Minta Maaf

Selasa, 07 April 2026 | 01:36

Seruan Pemakzulan Prabowo Muncul dari Ketakutan Operasi Besar Berantas Korupsi

Selasa, 07 April 2026 | 01:12

Selengkapnya