Berita

Warga Jakarta masih beraktivitas seperti biasa. foto diambil Jumat (27/3)./RMOL

Bisnis

Rizal Ramli: Syarat Lockdown Realokasi Anggaran Secara Radikal

SABTU, 28 MARET 2020 | 21:24 WIB | LAPORAN: YELAS KAPARINO

Desakan kepada pemerintah untuk mengambil kebijakan yang lebih tegas dan terukur dalam menghadapi penyebaran virus corona baru atau  Covid-19 dair Wuhan, Hubei, Republik Rakyat China.

Hal itu sudah disampaikan berbagai kalangan. Mulai dari aktivis, kalangan akademis, sampai kepada daerah yang berhadapan langsung dengan masyarakat.

Dewan Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) telah mengeluarkan analisa mereka yang menyimpulkan pemerintah perlu melakukan lockdown terbatas di Jakarta yang merupakan epicentrum virus ini. Menurut hitungan mereka, kebutuhan biaya selama local lockdown di Jakarta jauh sebesar Rp 4 triliun, lebih kecil dibandingkan jumlah pendapatan pajak negara sampai November 2019 lalu yang melebihi angka Rp 1.000 triliun.   


Beberapa kepala daerah secara tegas telah mengambil tindakan yang memperlihatkan keinginan mereka untuk sementara menutup wilayah yang menjadi tanggung jawab mereka.

Bupati Bupati Aceh Besar Mawardi Ali, misalnya, meminta agar Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda yang berada di Blang Bintang, Aceh Besar, agar ditutup sementara.

Walikota Tegal, Dedy Yon Supriyono, juga sudah mengambil langkah ini setelah bebera warga Tegal terinfeksi Covid-19 yang diduga dibawa oleh orang-orang yang pulang kampung dari Jakarta.

Ekonom senior DR. Rizal Ramli mengatakan Lockdown adalah hal yang mungkin dilakukan. Syaratnya adalah, pemerintah mampu menyediakan makanan dan kebutuhan dasar lainnya selama lockdown.

Hal itu disampaikan Rizal Ramli melalui twitnya hari Sabtu ini (28/3).

“Untuk melakukan itu, pemerintah harus mengimplementasilan realokasi anggaran secara radikal, dan membuat sistem mobilisasi delivery (kebutuhan dasar) secara massif seperti di zona perang,” ujarnya.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Suyudi Pede Gusur Puluhan Pati-Pamen Loyalis Listyo

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:09

Pergantian Kapolri untuk Antisipasi Putusan MK soal Gibran

Kamis, 01 Oktober 2026 | 18:19

UPDATE

Trump Tunjuk Katie Zacharia Jadi Sekretaris Pers Gedung Putih

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 10:27

Saat Outing Kantor Bergeser Jadi Strategi Korporat

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 10:09

Harga Emas Meroket di Akhir Pekan Jadi Semahal Ini

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 09:57

FORU Anjlok 11,39 Persen, Transaksi Tembus Rp253 Miliar saat IHSG Rebound

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 09:44

Komisi V DPR Wanti-wanti Tiga Kementerian Jangan Saling Lempar Tanggung Jawab Soal Ojol

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 09:30

Harga Logam Dunia Bangkit Usai Aksi Borong di Level Rendah

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 09:01

Tiga Anggota OPM Meninggal Dunia Usai Kontak Tembak di Maybrat

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:46

Teguh Santosa: Pepera 1969 Sejalan dengan Prinsip Self Determination

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:31

Kapolri Pimpin Sertijab di Mabes Polri, Komjen Asep Resmi Jadi Irwasum

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:17

Wall Street Tutup Pekan Kedua di Zona Hijau

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:05

Selengkapnya