Berita

Haris Pertama bersama Menkumham/Net

Politik

WABAH VIRUS CORONA

Bukan Cuma Tahapan, KNPI Minta Pemerintah Dan DPR Tunda Pilkada Hingga 2021

SABTU, 28 MARET 2020 | 10:11 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Pemerintah dan DPR diminta untuk mempertimbangkan penundaan gelara Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) yang akan digelar tahun ini.

Hal tersebut disampaikan Dewan Pimpinan Pusat Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) mengingat darurat virus corona (Covid-19) yang kini dialami Indonesia.

"Melihat kondisi kekinian, sebaiknya Kemendagri dan DPR RI pertimbangkan penundaan pelaksanaan Pilkada 2020," ujar Ketua Umum DPP KNPI, Haris Pertama dalam keterangannya, Sabtu (28/3).


Penundaan tersebut diharapkan dilakukan bukan hanya dalam tahapan, melainkan juga pelaksanaan Pilkada agar diundur minimal tahun depan.

Sebab dengan penundaan tersebut, pemerintah dan legislatif bisa lebih fokus menangani Covid-19 yang kini telah menelan puluhan korban jiwa di tanah air.

"Selain kegiatan tahapan pilkada yang berpotensi keramaian, pelaksanaannya nanti juga akan mengeluarkan anggaran kurang lebih Rp 15 triliun. Dana itu sebaiknya digunakan pemerintah untuk mengatasi pandemik corona yang semakin menggila di republik ini," sambungnya.

Sejauh ini, Komisi Pemilihan Umum (KPU) telah melakukan penundaan beberapa tahapan Pilkada, di antaranya pelantikan panitia pemungutan suara (PPS), verifikasi bakal calon perseorangan rekrutmen Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (PPDP), dan pencocokan dan penelitian (coklit) data pemilih.

"Sebaiknya pemerintah dan DPR utamakan kepentingan rakyat dan kesehatan rakyat di atas segalanya," tutup Haris Pertama.

Populer

Jumlah Personel TNI Tidak Masuk Akal

Sabtu, 30 Mei 2026 | 03:36

Penutupan Alfamart dan Indomaret Jangan Salahkan KDKMP

Kamis, 28 Mei 2026 | 06:00

Raksasa Telekomunikasi Ini Bakal Dibubarkan Danantara

Senin, 25 Mei 2026 | 08:33

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Golkar: Jokowi Ikut Tren MBG karena Dekat dengan Dunia Warganet

Senin, 01 Juni 2026 | 13:12

Nilai TKA Siswa SD-SMP Jeblok, Program MBG Dipertanyakan

Senin, 01 Juni 2026 | 02:30

UPDATE

PBB Dorong Implementasi Segera Prinsip Bisnis Berbasis HAM di Indonesia

Kamis, 04 Juni 2026 | 02:05

Membongkar Praktik Haram MBG

Kamis, 04 Juni 2026 | 02:00

Indonesia Sedang Hadapi Perang Sumber Daya

Kamis, 04 Juni 2026 | 01:34

Berantas Korupsi di BGN jadi Bukti Prabowo Jalankan Amanat Reformasi 98

Kamis, 04 Juni 2026 | 01:28

Warga Tuntut Pengurus P3SRS Apartemen Taman Rasuna Diberhentikan

Kamis, 04 Juni 2026 | 01:07

Pemuda Katolik Dukung Kejagung Bersih-bersih BGN

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:40

Ketua SC Muktamar X PPP Ngaku Borong Kamar Lantai 10 untuk Persidangan

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:17

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Dadan Hindayana Cs Terlalu Berani Korupsi!

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:02

Badko HMI Sultra Laporkan Dua Perusahaan Tambang ke Kejagung

Rabu, 03 Juni 2026 | 23:50

Selengkapnya