Berita

Ilustrasi

Kesehatan

APD Yang Dijanjikan Jokowi Belum Datang, Tenaga Medis Ancam Mogok Kerja

JUMAT, 27 MARET 2020 | 21:52 WIB | LAPORAN: YELAS KAPARINO

Krisis alat pelindung diri (APD) yang dibuthkan tenaga medis dalam menangani pasien terinfeksi Covid-19 semakin menjadi.

Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan sejumlah organisasi profesi tenaga medis merasa perlu untuk menyampaikan protes mereka secara terbuka.

Tidak sekadar memprotes, mereka juga mengancam akan melakukan aksi mogok jika pemerintahan tidak memenuhi APD yang dibutuhkan.


"Setiap tenaga kesehatan berisiko untuk tertular COVID-19. Maka, kami meminta terjaminnya Alat Pelindung Diri (APD) yang sesuai untuk setiap tenaga kesehatan," demikian bunyi surat pernyataan yang diteken Ketua IDI, Daeng M Faqih, Jumat (27/3)

"Bila hal ini tidak terpenuhi maka kami meminta kepada anggota profesi kami untuk sementara tidak ikut melakukan perawatan penanganan pasien COVID-19 demi melindungi dan menjaga keselamatan sejawat,” sambung surat pernyataan itu.

Dia menguraikan bahwa jumlah tenaga medis yang ikut terinfeksi dan telah menjadi korban semakin meningkat.

Selain IDI, surat portes dan ancamam mogok kerja itu juga disepakati Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI), Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI), Ikatan Bidan Indonesia, dan Ikatan Apoteker Indonesia (IAI).

Hari Senin lalu (23/3), Presiden Joko Widodo mengatakan, pihaknya telah menyiapkan 105 ribu APD untuk segera ke seluruh daerah.

Sebanyak 45 ribu unit akan didistribusikan di DKI Jakarta, Bogor dan Banten. Sementara  40 ribu lainnya dikirimkan ke Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, DI. Yogyakarta dan Bali.

Adapun daerah di luar Jawa mendapatkan 10 ribu unit APD. Sebanyak 10 ribu sisanya disimpan sebagai cadangan.


Populer

KPK Dikabarkan Gelar OTT di Cilacap Jawa Tengah

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:54

Anggaran Pendidikan Diperebutkan, Sistemnya Tak Pernah Dibereskan

Sabtu, 14 Maret 2026 | 07:48

Malaysia Jadi Negara Pertama yang Keluar dari Perjanjian Dagang AS

Selasa, 17 Maret 2026 | 12:18

TNI Tegas dalam Kasus Andrie Yunus, Beda dengan Polri

Sabtu, 21 Maret 2026 | 05:03

Pemudik Sebaiknya Perhatikan Enam Pesan Ini

Minggu, 15 Maret 2026 | 03:11

Relawan Jokowi: Rismon Sianipar Pengecut!

Jumat, 13 Maret 2026 | 01:05

Polisi Diminta Profesional Tangani Kasus VCS Bupati Lima Puluh Kota

Jumat, 20 Maret 2026 | 00:50

UPDATE

Prediksi Mossad Gagal, Netanyahu Disebut Murka ke Direktur Intelijen

Senin, 23 Maret 2026 | 13:39

Kasus Andrie Yunus Bisa Diusut Timwas Intelijen DPR

Senin, 23 Maret 2026 | 13:23

Pengamat: Trump Inkonsisten Soal Selat Hormuz

Senin, 23 Maret 2026 | 13:09

Daftar Negara yang Terancam Bangkrut Akibat Perang Iran

Senin, 23 Maret 2026 | 12:53

Gebrakan Xiaomi SU7 2026: Ludes 15 Ribu Unit dalam 34 Menit, Daya Jelajah Tembus 900 Km!

Senin, 23 Maret 2026 | 12:37

H+2 Lebaran, Emas Antam Turun Rp50 Ribu

Senin, 23 Maret 2026 | 12:35

WFH Jangan Ganggu Kinerja Perusahaan, DPR Minta Pemerintah Hati-hati

Senin, 23 Maret 2026 | 12:31

124 Perusahaan Truk Kena Sanksi Saat Lebaran, Mayoritas Pelanggaran ODOL

Senin, 23 Maret 2026 | 12:08

Menhub Siapkan Strategi Khusus Amankan Arus Balik Lebaran 1447 H Lintas Sumatra-Jawa

Senin, 23 Maret 2026 | 11:27

DJP: Aktivasi Akun Coretax Tembus 16,6 Juta, Lapor SPT Tahunan Capai 8,7 Juta

Senin, 23 Maret 2026 | 11:03

Selengkapnya