Berita

Metanol/Net

Dunia

Gagal Paham Bisa Obati Corona, 300 Orang Di Iran Meninggal Setelah Minum Metanol Beracun

JUMAT, 27 MARET 2020 | 18:20 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Metanol adalah salah satu jenis alkohol yang paling beracun sangat berbahaya jika dikonsumsi oleh manusia atau pun jika dipegang dengan tangan kosong.

Di Iran, hampir 300 orang meninggal dunia dan lebih dari 1.000 lainnya sakit setelah menelan metanol yang dianggap bisa menyembuhkan virus corona atau Covid-19.

Semua bermula ketika muncul sebuah pesan di akun media sosial Iran dalam bahasa Farsi yang menyarankan seorang guru untuk menyembuhkan corona secara mandiri dengan meminum wiski dan madu.


Dalam pesan itu juga disampaikan cara untuk membuat hand sanitizer di mana alkohol dengan kadar yang tinggi bisa membunuh virus.

Sayangnya, banyak orang yang gagal memahami pesan tersebut. Mereka mengira dengan meminum alkohol dengan kadar tinggi, maka akan langsung membunuh virus corona.

Maka dipilihlah metanol yang tanpa mereka sadari beracun. Atau mungkin sadar, namun karena dalam situasi krisis, nalar terkadang sulit untuk bekerja.

Alhasil, seorang bayi yang dicekoki oleh metanol oleh orang tuanya terpaksa untuk menghabiskan waktu hidupnya dengan mata yang tidak bisa melihat.

Sementara beberapa orang lain harus dirawat.

"Virus ini menyebar dan orang-orang hanya sekarat. Saya pikir mereka bahkan kurang menyadari fakta bahwa ada bahaya lain di sekitar," kata ahli toksikologi klinis di Oslo, Dr. Knut Erik Hovda yang mempelajari ketakutan warga Iran akan corona dengan keracunan metanol.

"Ketika mereka terus minum ini, akan ada lebih banyak orang yang diracuni," tambahnya seperti dimuat SCMP.

Iran sendiri menjadi salah satu negara yang paling terpukul akibat wabah dengan jumlah kasus sebanyak lebih dari 32 ribu.

Populer

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

Prabowo Diminta Tindak Tegas Kelompok yang Masih Persoalkan Hasil Pilpres 2024

Selasa, 22 September 2026 | 23:16

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

UPDATE

Jadi Menperin, Sarmuji Tegaskan akan Lanjutkan Rintisan Agus Gumiwang

Jumat, 02 Oktober 2026 | 12:23

Mengenang Warisan Luhur Pesona Batik Tulungagung di Hari Batik Nasional

Jumat, 02 Oktober 2026 | 12:16

Ketua KPK Ucapkan Selamat kepada Kapolri Jenderal Suyudi, Dorong Sinergi Pemberantasan Korupsi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 12:10

MUI: Jangan Sampai Konser “Till The Whole World Knows” Jadi Sarana Propaganda Zionisme

Jumat, 02 Oktober 2026 | 12:10

BEI Awasi Pergerakan Tiga Saham yang Masuk Radar UMA

Jumat, 02 Oktober 2026 | 11:49

KPK Ungkap Besaran Uang Silmy Karim ke Dosen UB Saat Bimbingan Doktoral

Jumat, 02 Oktober 2026 | 11:25

Garuda Tantang Gajah Perang di Final FIFA ASEAN Cup 2026

Jumat, 02 Oktober 2026 | 11:25

Emas Antam Mulai Turun Hari Ini, Intip Daftar Lengkapnya

Jumat, 02 Oktober 2026 | 11:14

Dua Tahun Danantara, Efisiensi BUMN Digenjot untuk Kejar Pertumbuhan

Jumat, 02 Oktober 2026 | 11:02

Harga Minyak Naik Lagi ke Level 102 Dolar AS

Jumat, 02 Oktober 2026 | 10:59

Selengkapnya