Berita

Menkopolhukam, Mahfud MD/RMOL

Politik

Daerah Meronta-ronta, Mahfud MD Kini Pertimbangkan Lockdown Pakai PP

JUMAT, 27 MARET 2020 | 17:14 WIB | LAPORAN: IDHAM ANHARI

Karantina wilayah atau lockdown kini menjadi opsi yang kemungkinan bakal dilakukan pemerintah pusat dalam menghadapi wabah virus corona atau Covid-19.

Menurut Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam), Mahfud MD, saat ini pihaknya sedang menyiapkan peraturan untuk melandasi lockdown.

"Pemerintah sedang menyiapkan rancangan Peraturan Pemerintah (PP) untuk melaksanakan karantina perwilayahan. Di situ akan diatur kapan sebuah daerah boleh melakukan pembatasan gerakan yang secara umum sering disebut lockdown,” kata Mahfud di Kantor Menkopolhukam, Jakarta, Jumat (27/3).


Kebijakan tersebut guna memfasilitasi beberapa daerah yang sudah melakukan penutupan akses keluar masuk di wilayahnya masing-masing. Nantinya, PP tersebut akan mengatur syarat-syarat dan prosedur wilayah diperbolehkan melakukan lockdown.

Ia memberi contoh suatu daerah jika ingin me-lockdown harus melalui usulan Ketua Gugus tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinisi yang disampaikan kepada Kepala Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Nasional. Dengan demikian akan ada keseragaman.

“Gugus tugas nasional nantinya berkoordinasi dengan menteri-menteri terkait karena karantina kewilayahan itu terkait dengan kewenangan beberapa menteri. Misalnya soal (karantina) perhubungan, Menteri Perhubungan diajak bicara, soal kesehatan Menteri Kesehatan, soal perdagangan Menteri Perdagangan,” urai Mahfud.

Namun demikian, pemerintah daerah dilarang menutup seluruh akses jalur kendaraan jika memang akan menerapkan lockdown, terutama angkutan yang membawa kebutuhan pokok maupun pasar dan supermarket.

“Karena itu menyangkut kebutuhan pokok,” pungkas Mahfud.

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

UPDATE

Besok Pantura Jateng Diprediksi Banjir Rob Lebih Lama

Minggu, 14 Juni 2026 | 22:22

Turun Ke Kupang, Komut Pertamina Pastikan Pasokan Energi di Perbatasan Aman

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:47

Prabowo Terima Laporan Rosan soal Lonjakan Kepercayaan Investor Global

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:40

Masyarakat Harus Jaga Persatuan di Tengah Tekanan Ekonomi Global

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:26

Prabowo Kumpulkan Sejumlah Menteri di Kertanegara, Bahas Apa?

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:21

Ketum PKB: Politik Bukan Cuma Rebutan Kekuasaan!

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:19

Wakapolri dan Akpol '90 Bakti Sosial dan Kesehatan Gratis

Minggu, 14 Juni 2026 | 20:49

Tuan Guru Batak Kecam Eks Ketua BEM UGM yang Diduga Hina Presiden

Minggu, 14 Juni 2026 | 20:32

PKB Jabar Fest Siapkan Kader Muda jadi Pemimpin Masa Depan

Minggu, 14 Juni 2026 | 20:31

KPK Buka Fakta Viral Foto Tumpukan Uang Valas Silmy Karim

Minggu, 14 Juni 2026 | 19:53

Selengkapnya