Berita

Anggota Komisi IX DPR, Saleh Partaonan Daulay/Net

Politik

Malaysia Lockdown, DPR Desak Kemenaker Salurkan Kebutuhan Pokok Pekerja Migran

JUMAT, 27 MARET 2020 | 15:35 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Pemerintah Indonesia didorong untuk memperhatikan dan membantu Pekerja Migran Indonesia (PMI) di luar negeri, khususnya yang berada di Malaysia. Pasalnya, sejak pemberlakuan perintah kawalan pergerakan (PKP) atau lockdown hingga 14 April mendatang, banyak PMI yang mengalami kesulitan.

"Saya kira ini tidak bisa dikesampingkan. Kementerian Ketenagakerjaan harus segera merumuskan langkah dalam memberikan bantuan kepada mereka," kata anggota Komisi IX DPR, Saleh Partaonan Daulay dalam keterangannya, Jumat (27/3).

Mantan Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah ini mengaku mendapat banyak aduan dari masyarakat Indonesia yang berada di Malaysia. Terutama dari organisasi masyarakat yang berada di negeri Jiran.


"Saya menerima banyak pengaduan terkait masalah ini. Termasuk dari organisasi Pusat Penyelesaian Permasalahan WNI di Malaysia dan juga dari Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah Malaysia," tutur Saleh Daulay.

Ketua DPP PAN ini menuturkan, masyarakat Indonesia yang berada di Malaysia banyak juga yang menjadi buruh informal dan menerima upah harian dan mingguan. Dengan adanya lockdown dari pemerintah Malaysia, maka pemerintah Indonesia mesti menyalurkan bantuan kepada mereka.

"Pemberian sembako dan alat kesehatan, saya kira bisa dilakukan oleh perwakilan kita di sana. Kalau bisa, atase ketenagakerjaan kita diminta untuk membantu mereka," tuturnya.

"Yang paling penting, menurut saya, kehadiran pemerintah harus dirasakan oleh mereka. Mereka juga adalah warga negara kita yang sedang berjuang untuk keluarganya. Kita doakan yang terbaik bagi mereka semua," demikian Saleh Daulay.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

Pelaku Penembakan Rombongan Tito Karnavian Diringkus

Jumat, 03 April 2026 | 19:59

UPDATE

Nasdem Ingatkan Ancaman El Nino dan Dampak Geopolitik ke Pangan Nasional

Selasa, 07 April 2026 | 14:17

Istana Kaji Wacana Potong Gaji Menteri, Belum ada Keputusan

Selasa, 07 April 2026 | 14:14

Pemerintah Genjot Biofuel untuk Redam Dampak Kenaikan Harga Pangan

Selasa, 07 April 2026 | 14:02

Benteng Etika Digital: Pemerintah Godok Dua Perpres untuk Jinakkan Risiko AI

Selasa, 07 April 2026 | 13:53

KPK Panggil Petinggi 5 Perusahaan Travel Haji

Selasa, 07 April 2026 | 13:34

Seruan Saiful Mujani Tak Digubris, Istana: Prabowo Fokus Agenda Strategis

Selasa, 07 April 2026 | 13:33

Monitoring Ketat Jadi Kunci WFH ASN Tetap Produktif

Selasa, 07 April 2026 | 13:21

Pemerintah Klaim Ketahanan Pangan Nasional Stabil hingga 11 Bulan ke Depan

Selasa, 07 April 2026 | 13:17

Jangan Adu Domba Rakyat dengan Pemerintah Soal BBM

Selasa, 07 April 2026 | 13:11

Kasus Suap Pemkab Bekasi: KPK Periksa Istri Ono Surono Sebagai Saksi

Selasa, 07 April 2026 | 13:08

Selengkapnya