Berita

Zulkifli Hasan harus tinggalkan nepotisme agar PAN bisa terus berkembang/Net

Politik

Ubedilah Badrun: Kalau Ingin Tumbuh Sehat, PAN Harus Tolak Nepotisme

JUMAT, 27 MARET 2020 | 14:48 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Ketua Umum (Ketum) Partai Amanat Nasional (PAN), Zulkifli Hasan alias Zulhas dinilai harus meninggalkan pola nepotisme di tubuh partai yang dipimpinnya.

Direktur Eksekutif Center for Social Political Economic and Law Studies (CESPELS), Ubedilah Badrun mengatakan, PAN pada tahun ini terlihat seperti Organisasi Masyarakat (Ormas) yang baru berdiri. Hal ini karena terjadinya konflik internal pada saat Kongres kemarin.

Bahkan, konflik internal tak hanya terjadi pada saat Kongres. Saat menentukan struktur kepengurusan PAN 2020-2025 pun terjadi hal yang sama.


Di mana Zulhas dinilai sengaja menyingkirkan Amien Rais dari struktur kepengurusan PAN.

Selain itu kata Ubedilah, di internal PAN dinilai masih terus dilanda problem. Dari 59 orang pengurus selain Dewan Kehormatan, Dewan Pakar, MPP, dan Mahkamah Partai, terdapat 10 persen yang dinilai para aktivisnya menjadi pengurus DPP PAN karena nepotisme anak Zulkifli Hasan.

"Ini tentu sangat disayangkan, mengingat PAN lahir justru karena salah satunya menolak nepotisme. Zulkifli Hasan perlu diingatkan soal ini," ucap Ubedilah Badrun kepada Kantor Berita Politik RMOL, Jumat (27/3).

Sambung Ubedilah, Zulhas seharusnya menghindari pola-pola nepotisme yang berdampak pada tidak sehatnya partai yang dipimpin Zulhas nantinya.

"Dalam perspektif demokrasi, pola-pola nepotisme menjadi salah satu faktor yang membuat partai politik tidak tumbuh sehat. Oleh karena itu, seharusnya partai seperti PAN konsisten menolak nepotisme," pungkasnya.

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Permintaan Chip AI Dongkrak Saham Intel hingga 24 Persen

Sabtu, 25 April 2026 | 12:18

Apa Itu UNCLOS? Dasar Hukum Jadi Acuan Indonesia di Selat Malaka

Sabtu, 25 April 2026 | 12:03

Purbaya Siap Geser hingga Non-Job Pegawai Pajak Bermasalah

Sabtu, 25 April 2026 | 12:02

Jalan Mulus Kevin Warsh ke Kursi The Fed, Dolar AS Langsung Terkoreksi

Sabtu, 25 April 2026 | 11:45

Subsidi Motor Listrik Disiapkan Lagi, Pemerintah Bidik 6 Juta Unit

Sabtu, 25 April 2026 | 11:16

IHSG Sepekan Anjlok 6,61 Persen, Kapitalisasi Pasar Menciut Jadi Rp12.736 Triliun

Sabtu, 25 April 2026 | 10:59

Rupiah Melemah, DPR Desak Pemerintah Jaga Daya Beli Rakyat

Sabtu, 25 April 2026 | 10:48

Wamen Ossy Gaspol Benahi Layanan Pertanahan: Target Tanpa Antrean dan Lebih Cepat

Sabtu, 25 April 2026 | 10:27

Ketergantungan pada Figur, Cermin Lemahnya Demokrasi Internal Parpol

Sabtu, 25 April 2026 | 10:02

Netanyahu Akui Sempat Jalani Terapi Kanker Secara Diam-diam

Sabtu, 25 April 2026 | 09:51

Selengkapnya