Berita

Wisma Atlet hanya terima pasien dengan keluhan ringan dan berusia di atas 15 tahun/Net

Kesehatan

Anak-anak Yang Terinfeksi Covid-19 Tidak Bisa Dirawat di Wisma Atlet, Begini Penjelasannya

KAMIS, 26 MARET 2020 | 13:41 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Wisma Atlet Kemayoran yang menjadi Rumah Sakit Darurat Corona ternyata tak didesain untuk menampung pasien yang diduga terjangkit virus corona dari seluruh usia. RS Darurat ini hanya bisa menampung pasien dengan usia di atas 15 tahun.

Hal ini disampaikan Ketua Kogasgabpad (Komando Tugas Gabungan Terpadu) Wisma Atlet, Panglima Komando Daerah Militer Jayakarta, Mayjen Eko Margiyono, di Gedung Graha BNPB, Jalan Pramuka Raya, Jakarta Timur, Kamis (26/3).

"Di dalam penerimaan pasien (di Wisma Atlet) usia minimal 15 tahun ke atas. Jadi anak-anak tidak akan kami terima," jelas Eko Margiyono.


Adapun alasan tidak diterimanya pasien Covid-19 berumur 15 tahun ke bawah, diterangkan Eko Margiyono, karena mekanisme perawatan yang berbeda dari RS rujukan Covid-19.

Di RS Darurat Wisma Atlet, mekanisme perawatannya menerapkan sistem pelayanan self handling. Di mana sistem perawatan yang dilakukan oleh perawat menggunakan videocall.

"Oleh karena itu, pasien yang dirawat memiliki limitasi kontak dengan petugas," ucap Eko Margiyono.

Dengan demikian, kriteria pasien yang bisa dirawat di Wisma Atlet adalah Orang Dalam Pemantauam (ODP) yang usianya lebih 60 tahun, yang memiliki indikasi terinfeksi dengan riwayat penyakit bawaan (comorbid) yang terkontrol.

Kemudian untuk Pasien Dalam Pengawasan (PDP) yang bisa dirawat di Wisma Atlet adalah yang memiliki penyakit dengan keluhan ringan. "Misalnya sesak ringan sampai sedang, usianya lebih dari 15 tahun," kata Eko Margiyono.

"Termasuk juga apabila ada pasien dengan keluhan ringan, tetapi membawa penyakit komplikasi lain. Itu akan kami rujuk. RS ini tidak didesain untuk menangani penyakit lain," pungkas Eko Margiyono.

Populer

KPK Dikabarkan Gelar OTT di Cilacap Jawa Tengah

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:54

Anggaran Pendidikan Diperebutkan, Sistemnya Tak Pernah Dibereskan

Sabtu, 14 Maret 2026 | 07:48

Malaysia Jadi Negara Pertama yang Keluar dari Perjanjian Dagang AS

Selasa, 17 Maret 2026 | 12:18

TNI Tegas dalam Kasus Andrie Yunus, Beda dengan Polri

Sabtu, 21 Maret 2026 | 05:03

Pemudik Sebaiknya Perhatikan Enam Pesan Ini

Minggu, 15 Maret 2026 | 03:11

Relawan Jokowi: Rismon Sianipar Pengecut!

Jumat, 13 Maret 2026 | 01:05

Polisi Diminta Profesional Tangani Kasus VCS Bupati Lima Puluh Kota

Jumat, 20 Maret 2026 | 00:50

UPDATE

Wisatawan Banjiri Kepulauan Seribu saat Libur Lebaran

Selasa, 24 Maret 2026 | 00:21

Kebakaran Rumah di Meruya, 75 Petugas Pemadam Diterjunkan

Selasa, 24 Maret 2026 | 00:00

10 Desa di NTT Terdampak Banjir

Senin, 23 Maret 2026 | 23:27

KPK Bawa Yaqut Cholil Qoumas ke RS Polri

Senin, 23 Maret 2026 | 23:05

Pengunjung Diimbau Tak Buang Sampah Sembarangan di Taman Bendera Pusaka

Senin, 23 Maret 2026 | 23:01

Yaqut Cholil Kembali ke Rutan KPK

Senin, 23 Maret 2026 | 22:48

Kim Jong Un Terpilih Lagi jadi Presiden Korut

Senin, 23 Maret 2026 | 21:45

Benang Kusut Pengelolaan Keuangan, Kepala BKAD Purwakarta Diminta Mundur

Senin, 23 Maret 2026 | 21:17

Arus Balik H+2 Lebaran Mulai Terlihat di Terminal Rajabasa

Senin, 23 Maret 2026 | 20:24

Pimpinan MPR Sambut Baik Langkah Presiden Prabowo Percepat Transisi Energi

Senin, 23 Maret 2026 | 19:55

Selengkapnya