Berita

Menteri Luar Negeri AS, Mike Pompeo/Net

Dunia

Menlu AS Sebut China Masih Sembunyikan Informasi Terkait Corona

RABU, 25 MARET 2020 | 14:58 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Mike Pompeo kembali mengkritik China terkait penanganan wabah virus corona atau Covid-19.

Selasa (23/3), dalam sebuah wawancara dengan program radio Washington Watch, Pompeo kembali menuding China telah menutupi informasi mengenai pandemik corona yang diperlukan untuk mencegah wabah lebih buruk.

Pompeo bahkan mengatakan Partai Komunis China telah menimbulkan ancaman bagi umat manusia di seluruh dunia.


"Kekhawatiran saya adalah bawah penyembunyian ini, disinformasi yang dilakukan oleh Partai Komunis Tiongkok ini, masih menyangkal dunia informasi yang dibutuhkan sehingga kita dapat mencegah kasus-kasus lebih lanjut atau sesuatu yang seperti ini agar tidak terulang lagi," ujar Pompeo.
 
Selain itu, Pompeo juga menuding Iran dan Rusia ikut melakukan kampanye disinformasi mengenai virus corona.

"Kampanye disinformasi dari Rusia dan Iran serta China terus berlanjut," kata Pompeo seperti dilansir dari Reuters.

"Mereka mengatakan (virus) berasal dari Angkatan Darat AS dan mereka mengatakan mungkin itu dimulai di Italia, semua hal untuk mengalihkan tanggung jawab," paparnya.

Namun, terlepas dari kritikan pedas tersebut, Pompeo tidak menyebut virus corona sebagai Virus Corona atau Virus Wuhan seperti yang dilakukannya sebelumnya dan membuat Beijing marah.

"Waktunya akan tiba untuk saling tuding. Ini adalah krisis yang sedang berlangsung, dan kita perlu memastikan bahwa setiap negara saat ini bersikap transparan, berbagai apa yang sebenarnya terjadi, sehingga komunitas global, layanan kesehatan global, komunitas penyakit menular dapat mulai mengerjakan ini secara holistik," imbuhnya.

Selain itu, Pompeo juga menyoroti tantangan pasokan AS. Di mana banyak perusahaan AS yang beroperasi di China alih-alih di AS.

Meski tidak merinci hal tersebut, namun pejabat AS mengungkapkan, Gedung Putih sedang mempersiapkan untuk merelokasi perusahaan AS di bidang medis dari China dan tempat lain untuk ke Amerika di tengah wabah.

Hal ini tentu telah memicu kekhawatiran di China dan negara lain, namun tidak jelas kapan Presiden AS Donald Trump akan merealisasikannya.

Pada keterangan harinnya, Trump mengatakan AS seharusnya tidak pernah bergantung pada negara asing untuk kelangsungan hidup.

"Tujuan kita untuk masa depan adalah memiliki obat-obatan Amerika untuk pasien Amerika, persediaan Amerika untuk rumah sakit Amerika," katanya.

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

UPDATE

Komisi III DPR Sambut KUHP dan KUHAP Baru dengan Sukacita

Jumat, 02 Januari 2026 | 14:12

Bea Keluar Batu Bara Langkah Korektif Agar Negara Tak Terus Tekor

Jumat, 02 Januari 2026 | 14:08

Prabowo Dua Kali Absen Pembukaan Bursa, Ini Kata Purbaya

Jumat, 02 Januari 2026 | 14:07

Polri Susun Format Penyidikan Sesuai KUHP dan KUHAP Baru

Jumat, 02 Januari 2026 | 14:06

Koalisi Permanen Mustahil Terbentuk

Jumat, 02 Januari 2026 | 14:01

Polri-Kejagung Jalankan KUHP dan KUHAP Baru Sejak Pukul 00.01 WIB

Jumat, 02 Januari 2026 | 13:58

Tutup Akhir Tahun 2025 DPRD Kota Bogor Tetapkan Dua Perda

Jumat, 02 Januari 2026 | 13:46

Presiden Prabowo Harus Segera Ganti Menteri yang Tak Maksimal

Jumat, 02 Januari 2026 | 13:42

Bitcoin Bangkit ke Level 88.600 Dolar AS

Jumat, 02 Januari 2026 | 13:41

Berjualan di Atas Lumpur

Jumat, 02 Januari 2026 | 13:41

Selengkapnya