Berita

Hidayat Nur Wahid/RMOL

Politik

Sesuai Saran PKS, HNW Apresiasi Gerak Cepat Presiden Jokowi Hapus UN

RABU, 25 MARET 2020 | 12:34 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid mengapresiasi langkah cepat Presiden Joko Widodo dalam pengambilan keputusan untuk meniadakan Ujian Nasional pada tahun ini.

Usulan penghapusan UN di tengah wabah virus corona pernah disampaikan anggota Fraksi PKS, Abdul Fikri Faqih beberapa waktu lalu.

"Ini saya kira sangat tepat dan sesuai dengan apa yang menjadi usulan Fraksi PKS di tengah kondisi darurat wabah Covid-19," ujar Hidayat di Jakarta, Rabu (25/3).


HNW mengatakan, desakan untuk meniadakan UN 2020 sejak awal Maret sudah disuarakan oleh Wakil Ketua Komisi X DPR Abdul Fikri Faqih di beberapa kesempatan kunjungan resmi maupun reses.

Mengutip Fikri, HNW menambahkan, alasan penghapusan tersebut adalah karena penundaan UN di beberapa wilayah terdampak corona, dan wabah yang terus meluas hingga update terakhir mencapai 24 provinsi di seluruh Indonesia.

Selain melalui rilis kepada media, permintaan tersebut juga dibunyikan oleh akun media sosial Komisi X yang mendapat banyak respons positif dari warganet.

Keributan di media sosial tersebut kemudian dibahas dalam Rapat Konsultasi antara pimpinan dan Kapoksi di Komisi X DPR dengan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Anwar Makarim.

Rapat tersebut digelar secara virtual pada 23 Maret 2020, sehingga disepakati bahwa pelaksanaan UN ditiadakan untuk melindungi siswa dari penyebaran Covid-19.

"Kami mendorong anggota kami khususnya di Fraksi PKS untuk menindaklanjuti secara cepat dan terukur setiap aspirasi dari arus bawah," kata Hidayat.

Kemudian, setelah digelar Rapat Terbatas di Istana Negara pada 24 Maret 2020 melalui video conference, Presiden Jokowi memutuskan untuk meniadakan pelaksanaan UN sejak tahun ini.

Sebelumnya, kebijakan Mendikbud adalah menghapus UN mulai tahun 2021, mengingat anggaran tahun ini sudah diketok, termasuk untuk penyelanggaraan UN.

Hidayat juga berharap agar pemerintah, khususnya Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mengantisipasi dampak corona terhadap proses pembelajaran siswa terutama bagi mereka yang tidak mampu menjangkau pembelajaran daring.

"Tidak semua masyarakat bisa belajar secara daring, terutama karena keterbatasan akses dan kesenjangan fasilitas," tutup HNW.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Andre Rosiade Sambangi Bareskrim Polri Usai Nenek Penolak Tambang Ilegal Dipukuli

Senin, 12 Januari 2026 | 14:15

Cuaca Ekstrem Masih Akan Melanda Jakarta

Senin, 12 Januari 2026 | 14:10

Bitcoin Melambung, Tembus 92.000 Dolar AS

Senin, 12 Januari 2026 | 14:08

Sertifikat Tanah Gratis bagi Korban Bencana Bukti Kehadiran Negara

Senin, 12 Januari 2026 | 14:03

KPK Panggil 10 Saksi Kasus OTT Bupati Lampung Tengah Ardito Wijaya

Senin, 12 Januari 2026 | 14:03

Prabowo Terharu dan Bangga Resmikan 166 Sekolah Rakyat di Banjarbaru

Senin, 12 Januari 2026 | 13:52

Kasus Kuota Haji, Komisi VIII Minta KPK Transparan dan Profesional

Senin, 12 Januari 2026 | 13:40

KPK Periksa Pengurus PWNU DKI Jakarta Terkait Dugaan Korupsi Kuota Haji

Senin, 12 Januari 2026 | 13:12

Prabowo Tinjau Sekolah Rakyat Banjarbaru, Ada Fasilitas Smartboard hingga Laptop Persiswa

Senin, 12 Januari 2026 | 13:10

Air Naik hingga Sepinggang, Warga Aspol Pondok Karya Dievakuasi Polisi

Senin, 12 Januari 2026 | 13:04

Selengkapnya