Berita

Ilustrasi/Net

Politik

Tokoh Yang Kritis Diserang Buzzer, Pengamat: Pemerintah Lebih Berpihak Pada Influencer Ketimbang Perbaiki Situasi

RABU, 25 MARET 2020 | 12:01 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Penyerangan kepada para tokoh yang kritis terhadap pemerintah oleh buzzer seolah mengkonfirmasi besarnya anggaran untuk influencer yang mencapai Rp. 72 miliar beberapa waktu silam.

Demikian disampaikan pengamat politik dari Universitas Telkom, Dedi Kurnia Syah kepada Kantor Berita Politik RMOL, Rabu (25/3).

"Bukan tidak mungkin jika pemerintah anggarkan biaya khusus untuk influencer, inilah masalah pemerintah saat ini, lebih berpihak pada influencer dibanding dengan memperbaiki situasi," kata Dedi Kurnia Syah.


Tokoh senior seperti Rizal Ramli dan Fadli Zon yang kritis dengan tujuan mengingatkan pemerintah justru mendapat serangan udara dari akun-akun buzzer di media sosial. Sebut saja akun @FirzaHusain yang meminta pemerintah melockdown RR dan Fadli Zon.

Sialnya, narasi yang digunakan oleh akun buzzer yang menyerang tokoh kritis mirip dengan pernyataan Jurubicara Presiden, Fadjroel Rachman. Diketahui, Fadjroel Rachman sempat mengeluarkan statemen keras terhadap pihak-pihak yang kritis terhadap pemerintah. Dia menyebut pihak-pihak yang kritis ke permintaan sebagai pecundang politik.

Menurut Dedi Kurnia Syah, hal itu semakin menguatkan dugaan masyarakat bahwa pemerintah memelihara buzzer politik untuk membungkam pihak-pihak yang kritis terhadap pemerintah.

"Tentu saja, terutama menghalau informasi yang ditujukan terkait wabah corona. Itulah mengapa kondisi negara ini sulit teratasi karena setiap hal lebih sering melibatkan peran influencer dibanding keterbukaan," pungkasnya.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Andre Rosiade Sambangi Bareskrim Polri Usai Nenek Penolak Tambang Ilegal Dipukuli

Senin, 12 Januari 2026 | 14:15

Cuaca Ekstrem Masih Akan Melanda Jakarta

Senin, 12 Januari 2026 | 14:10

Bitcoin Melambung, Tembus 92.000 Dolar AS

Senin, 12 Januari 2026 | 14:08

Sertifikat Tanah Gratis bagi Korban Bencana Bukti Kehadiran Negara

Senin, 12 Januari 2026 | 14:03

KPK Panggil 10 Saksi Kasus OTT Bupati Lampung Tengah Ardito Wijaya

Senin, 12 Januari 2026 | 14:03

Prabowo Terharu dan Bangga Resmikan 166 Sekolah Rakyat di Banjarbaru

Senin, 12 Januari 2026 | 13:52

Kasus Kuota Haji, Komisi VIII Minta KPK Transparan dan Profesional

Senin, 12 Januari 2026 | 13:40

KPK Periksa Pengurus PWNU DKI Jakarta Terkait Dugaan Korupsi Kuota Haji

Senin, 12 Januari 2026 | 13:12

Prabowo Tinjau Sekolah Rakyat Banjarbaru, Ada Fasilitas Smartboard hingga Laptop Persiswa

Senin, 12 Januari 2026 | 13:10

Air Naik hingga Sepinggang, Warga Aspol Pondok Karya Dievakuasi Polisi

Senin, 12 Januari 2026 | 13:04

Selengkapnya