Berita

Anas Thahir/Net

Politik

Komisi IX Desak Pemerintah Tegas Hukum Warga Yang Bandel

RABU, 25 MARET 2020 | 08:57 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Social Distancing yang diarahkan pemerintah sebagai langkah awal pencegahan sebaranwabah virus corona ternyata belum sepenuhnya efektif. Masyarakat masih banyak yang keluar rumah dan mengunjungi tempat kerumunan.

Atas alasan itu, anggota Komisi IX DPR RI Fraksi PPP Anas Thahir mendesak pemerintah bersikap tegas kepada masyarakat yang masih bandel dengan memberikan sanksi.

“Mereka harus dibekali pemahaman yang cukup, sehingga tahu betul apa yang harus dilakukan untuk secara bersama-sama bergerak dan bersatu melawan corona. Pemerintah juga perlu bersikap lebih tegas kepada siapapun yang membandel dan mengabaikan himbauan aparat,” tegasnya kepada wartawan, Rabu (25/3).


Anas juga menilai sosialisasi koordinatif dengan pihak rumah sakit dan petugas medis juga masih lemah. Masih banyak rumah sakit dan petugas medis di daerah-daerah yang belum tahu apa tugasnya.

“Sehingga masih kita temukan ODP (orang dapam pemantauan) yang merasa dipingpong oleh pihak rumah sakit  sehingga tidak bisa mendapat pelayanan cepat,” paparnya.

Selain itu, Anas juga meminta pemerintah perlu adanya percepatan distribusi APD (alat pelindung diri), masker, dan obat-obatan untuk segera sampai ke daerah-daerah bahkan sampai ke desa agar masyarakat tidak dilanda ketegangan berkepanjangan.

“Harga-harga penjualan masker, handsanitizer, alkohol scoret, dan kebutuhan kesehatan lain tidak boleh dibiarkan bergerak liar tak terkendali seperti saat ini. Pemerintah harus mengawasi secara ketat,” demikian politisi PPP itu.

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Koreksi Tata-Kelola MBG: Ekspektasi Publik dan Komitmen Presiden

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:56

Bank Dunia Soroti Penyusutan Jumlah Pekerja Kelas Menengah RI

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:30

Literasi Perpajakan Diharapkan jadi Jantung Kepercayaan Masyarakat

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:04

Menkomdigi: Aksi Damai dan Ruang Digital Sehat Harus Dijaga

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:40

Pesan Arief Budiman di Balik #SellIndonesia Lawan #SellSingapura

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:20

MUI Dorong Fatwa Perlindungan Al-Quds dari Upaya Yahudinisasi Israel

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:05

Pembelaan Terakhir John Field Cs: Kami Tidak Lari dan Hilangkan Bukti

Sabtu, 13 Juni 2026 | 23:41

Legislator PDIP Sebut Kenaikan BBM Ancam Daya Beli Kelas Menengah

Sabtu, 13 Juni 2026 | 23:14

Golkar: Mahasiswa Punya Hak untuk Menyampaikan Pendapat

Sabtu, 13 Juni 2026 | 22:52

Gagalkan Peredaran Ribuan Pil Terlarang, Satu Pengedar Ditangkap di Blora

Sabtu, 13 Juni 2026 | 22:27

Selengkapnya