Berita

Jakarta lengang/Net

Kesehatan

Keterlibatan Ahli Sangat Penting Sebelum Terapkan Lockdown

SELASA, 24 MARET 2020 | 15:57 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Pemerintah perlu melakukan diskusi dengan para ahli medis dan farmakologi sebelum benar-benar melakukan lockdown. Hal itu dianggap penting lantaran para ahli paling mengetahui dampak virus asal Wuhan, Cina itu.

“Keputusan lockdown dan tidak lockdown, pemerintah harus menanyakan kepada ahli medis. Ahli medis tahu hal itu karena mereka paham penyebaran virus corona ini memerlukan lockdown atau tidak, dan akan mendapatkan keputusan yang justified,” ujar Direktur Eksekutif Indef, Enny Sri Hartati kepada Kantor Berita Politik RMOL, Selasa (24/3).

Menurutnya, peranan ahli medis dalam menangani masalah corona ini sangat penting. Selain untuk menyelamatkan nyawa ratusan juta rakyat Indonesia, ekonomi juga akan berjalan stabil.


“Menurut saya solusinya agar ekonomi stabil, paling penting itu ahli kesehatan dilibatkan. Kita sakit, apapun yang disuruh dokter harus mau, sementara saat ini secara nasional ini bikin simulasi sendiri-sendiri. Politisi dilibatkan, mereka enggak akan ngerti, maka pemerintah harus libatkan profesional kesehatan untuk merumuskan,” tambahnya.

Hal itu penting diperhatikan pemerintah jika tak ingin seperti yang terjadi di Italia. Di mana korban jiwa telah mencapai ribuan jiwa.

"Jadi yang perlu diperhatikan, pemerintah harus siap dari sisi alat kesehatan untuk penanggulangan. Kalau tidak bisa, maka penyebarannya akan jauh lebih dahsyat, dikhawatirkan seperti di Italia,” tandasnya.

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

Warga Gembira TransJakarta Layani Rute Kepulauan Seribu

Selasa, 11 Agustus 2026 | 06:10

KPK Temukan Dokumen Pengurusan Perkara Lain di Rumah Ayah Iptu Setya Budi Dias

Rabu, 12 Agustus 2026 | 22:18

UPDATE

Harga Minyak Dunia Merangkak Naik ke 93 Dolar AS

Jumat, 21 Agustus 2026 | 10:17

TransNusa dan Tourism Malaysia Ajak Media Eksplorasi Penang, Perlis hingga Langkawi

Jumat, 21 Agustus 2026 | 09:57

Rupiah Perpanjang Tren Positif di Jumat Pagi

Jumat, 21 Agustus 2026 | 09:51

Strategi Mendapatkan Libur Panjang Saat Peringatan Maulid Nabi 2026

Jumat, 21 Agustus 2026 | 09:46

OTT Rektor Unsoed, KPK Tangkap 14 Orang dan Amankan Uang Ratusan Juta

Jumat, 21 Agustus 2026 | 09:35

IHSG Naik ke 6.526,30, Saham Mayoritas Menguat

Jumat, 21 Agustus 2026 | 09:20

Salah Paham tentang Kembali ke UUD 1945

Jumat, 21 Agustus 2026 | 09:06

Kebutuhan Pangan Pengungsi NTT Dipastikan Terpenuhi, Stok Beras 39 Ribu Ton

Jumat, 21 Agustus 2026 | 09:00

Bursa Asia Merah Tergusur Sentimen Wall Street

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:58

Terjaring OTT KPK, Rektor Unsoed Diduga Terkait Korupsi PMB

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:49

Selengkapnya