Berita

Didik J. Rachbini/Net

Politik

DPR Sedang Pertontonkan Rendahnya Moral Dan Etika Wakil Rakyat Melalui Rapid Test

SELASA, 24 MARET 2020 | 14:43 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Tes cepat atau rapid test virus corona yang akan diberlakukan kepada anggota DPR beserta keluarganya dinilai sebagai wujud ketidakpantasan yang hendak diperlihatkan oleh seorang wakil rakyat.

“Dalam keadaan rakyat panik dan kesusahan, pimpinan, angota DPR dan keluarganya mempertontonkan standar etika dan moral yang sangat rendah dan sangat tidak pantas. Mereka mendapatkan keistimewaan tes corona yang dipertontonkan sedemikian rupa di depan publik tanpa melihat keadaan dengan mata hati yang jernih,” ujar ekonom senior Didik J. Rachbini lewat siaran persnya, Selasa (24/3).

Pendiri Institute For Development of Economics and Finance (Indef) ini mengatakan, jika rencana kesekjenan tersebut benar-benar direalisasikan, maka sama saja melukai hati masyarakat di tengah kekhawatiran mengenai virus yang berasal dari Wuhan, China tersebut.


“Semestinya (DPR) diam, tidak memberikan tontonan yang menyakiti hati rakyat jika tidak bisa berbuat untuk rakyat. Komunikasi DPR ke publik bukan hanya harus diperbaiki, tetapi humas yang ada sekarang harus dibekukan dan diganti profesional,” jelasnya.

Atas dasar itu, Didik mengecam anggota dewan dan keluarganya yang menggunakan keistimewaan dengan melakukan rapid test di tengah rakyat Indonesia sedang kalut dengan wabah Covid-19.

“Kesusahan rakyat dan dampak ekonomi yang luar biasa berat sama sekali tidak dipertimbangkan dalam mengomunikasikan fasilitas tes corona yang istimewa untuk anggota DPR dan keluarganya. Dengan ringan hati menyiarkan fasilitas istimewa para pimpinan dan anggota DPR yang terhormat. Ini sungguh merupakan pelanggaran etika politik, yang sangat tidak terhormat bagi pimpinan dan anggota DPR,” tandasnya.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Lie Putra Setiawan, Mantan Jaksa KPK Dipercaya Pimpin Kejari Blitar

Selasa, 13 Januari 2026 | 00:04

Pemangkasan Produksi Batu Bara Tak Boleh Ganggu Pasokan Pembangkit Listrik

Selasa, 13 Januari 2026 | 00:00

Jaksa Agung Mutasi 19 Kajari, Ini Daftarnya

Senin, 12 Januari 2026 | 23:31

RDMP Balikpapan Langkah Taktis Perkuat Kemandirian dan Ketahanan Energi Nasional

Senin, 12 Januari 2026 | 23:23

Eggi Sudjana-Damai Hari Lubis Ajukan Restorative Justice

Senin, 12 Januari 2026 | 23:21

Polri dan TNI Harus Bersih dari Anasir Politik Praktis!

Senin, 12 Januari 2026 | 23:07

Ngerinya Gaya Korupsi Kuota Haji

Senin, 12 Januari 2026 | 23:00

Wakapolri Tinjau Pembangunan SMA KTB Persiapkan Kader Bangsa

Senin, 12 Januari 2026 | 22:44

Megawati: Kritik ke Pemerintah harus Berbasis Data, Bukan Emosi

Senin, 12 Januari 2026 | 22:20

Warga Malaysia Ramai-Ramai Jadi WN Singapura

Senin, 12 Januari 2026 | 22:08

Selengkapnya