Berita

Ilustrasi dolar/Net

Bisnis

Ada Tidaknya Corona Indonesia Akan Tetap Berutang

SELASA, 24 MARET 2020 | 14:23 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Nilai mata uang rupiah menurun drastis akibat dampak sentimen wabah virus corona. Guna menjaga stabilitas ekonomi Indonesia, bank dunia menyetujui permohonan utang pemerintah sebesar 300 juta dolar AS.

Direktur Eksekutif Indef, Enny Sri Hartati menyampaikan, ada tidaknya virus corona, Indonesia pasti akan berutang kepada bank dunia.

“Kalau mengenai pinjaman, ada atau tidak ada corona Indonesia pasti akan menambah utang. Karena shortfall cukup besar, di sisi lain adanya corona yang memperlambat dan juga tekanan peralatan belanja ekspansif pasti kebutuhan kita defisit,” ucap Enny kepada Kantor Berita Politik RMOL, Selasa (24/3).


Menurutnya, tingginya biaya mitigasi dampak perluasan penyebaran virus corona mendorong pemerintah melakukan pinjaman dan dibutuhkan pelebaran defisit anggaran negara.

“Cuma persoalannya sekarang, bagaimana pun pelebaran defisit anggaran negara memiliki risiko tinggi. Yang perlu dilakukan adalah menggunakan seefektif mungkin pelebaran defisit itu. Jangan ada mata-mata anggaran yang sifatnya lagi tidak produktif dalam kondisi yang sangat emergensi,” paparnya.

Adanya utang dari world bank membuktikan Indonesia tengah melakukan pelebaran defisit untuk menggerakkan roda ekonomi kembali stabil. Namun, jika terus-menerus berutang dan dialokasikan ke arah yang tidak efektif, Enny khawatir akan menjadi bom waktu bagi ekonomi Indonesia ke depannya.

“Jika beban ini jatuh tempo dan belum bisa dibayarkan akan menjadi bom waktu karena ada beban bunga yang harus dibayarkan dan sebagainya. Jadi harus benar-benar efektif,” tandasnya.

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

JK Bukan Pelaku Penista Agama

Rabu, 22 April 2026 | 04:11

Gaya Koruptor Sorong Beda dengan Indonesia Barat

Rabu, 22 April 2026 | 03:37

GoSend Rilis Fitur Kode Terima Paket

Rabu, 22 April 2026 | 03:13

Disita Aset Rp2 Miliar dari Safe Deposit Box Pejabat Bea Cukai

Rabu, 22 April 2026 | 03:00

Rano Tekankan Integritas CPNS Menuju Jakarta Kota Global

Rabu, 22 April 2026 | 02:24

Pegawai BUMN Dituntut Tangkal Narasi Negatif terhadap Pemerintah

Rabu, 22 April 2026 | 02:09

Ibrahim Arief Merasa Jadi Kambing Hitam Kasus Chromebook

Rabu, 22 April 2026 | 02:00

Keluarga Nadiem Adukan Dugaan Kejanggalan Kasus Chromebook ke DPR

Rabu, 22 April 2026 | 01:22

Fahira Idris: Perempuan Jadi Tumpuan Indonesia Maju 2045

Rabu, 22 April 2026 | 01:07

Dony Oskaria: Swasembada Pangan Nyata Bukan Hoaks

Rabu, 22 April 2026 | 01:03

Selengkapnya