Berita

Presiden Jokowi/Net

Politik

Jokowi: Ada Yang Sudah Diisolasi, Tapi Malah Bantu Tetangganya Yang Hajatan

SELASA, 24 MARET 2020 | 12:55 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Kedisiplinan masyarakat Indonesia bisa dikatakan masih kurang. Hal itu yang menjadi pertimbangan pemerintah saat harus memilih opsi-opsi sebagai langkah penanganan penyebaran virus corona.

Dalam konferensi pers melalui video kepada jajarannya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberikan arahan agar semua instansi pusat dan daerah saling mendukung dan mengutaman keselamatan.

"Pertama, keselamatan adalah yang utama, kesehatan adalah yang utama. Kedua, siapkan social safety net-nya, atau bantuan sosialnya. Ketiga, dampak ekonomi dihitung betul sehingga kesiapan dalam menyediakan stok pangan betul-betul ada," ujar Jokowi, Selasa (24/3).


Jokowi pun lagi-lagi menyinggung upaya lockdown yang coba diembuskan berbagai pihak. Ia menegaskan telah mempelajari setiap opsi yang ada dan praktik yang dilakukan banyak negara. Ia pun memamerkan kertas dokumen yang disebutnya berisi analisis kebijakan setiap negara.

Dari situlah ia menetapkan kebijakan yang tepat untuk Indonesisa saat ini adalah physical social distancing, bukan lockdown.

“Saya memiliki analisa-analisa seperti ini dari semua negara, ada semuanya. Kebijakan mereka apa, mereka melakukan apa, kemudian hasilnya seperti apa, semuanya dari Kementerian luar Negeri lewat Dubes-Dubes yang ada terus kita pantau setiap hari,” kata Jokowi.

Menjaga jarak aman dianggap yang paling tepat untuk saat ini. Ia  optimistis Indonesia bisa mencegah penyebaran virus corona atau Covid-19. Asalkan aturan itu benar-benar dijalankan dengan baik.

Masyarakat diminta untuk menjaga jarak dan isolasi diri. Namun, memang harus diakui hal itu  memerlukan disiplin yang kuat.

"Saya baca berita, ada yang sudah diisolasi masih membantu tetangganya yang mau hajatan. Ada yang sudah diisolasi, masih keliling belanja di pasar," ujar Jokowi.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

PLN Perluas SPKLU Signature Dukung Ekosistem Kendaraan Listrik

Minggu, 13 September 2026 | 08:21

Pemerintah Didesak Tetapkan Status Darurat Kesehatan Imbas Karhutla

Minggu, 13 September 2026 | 08:01

AntreEV Permudah Antrean SPKLU Lewat PLN Mobile

Minggu, 13 September 2026 | 07:40

Tak Ada Kerusakan Akibat Gempa di Perairan Kepulauan Seribu

Minggu, 13 September 2026 | 07:03

Bisa Pengaruhi Investor, Penegak Hukum Ditantang Adil di Kasus Transfer Pricing

Minggu, 13 September 2026 | 06:51

Inovasi Jebolan Program Pertamuda Pertamina Bantu Nelayan Peroleh Cuan

Minggu, 13 September 2026 | 06:21

Ketika Hukum Terlihat Sedang Mencari Pasal, Bukan Kebenaran

Minggu, 13 September 2026 | 05:47

Nilai Adat Harus Dipegang Teguh dan Diwariskan ke Setiap Generasi

Minggu, 13 September 2026 | 05:16

Budi Daya Lobster Modeling Batam Tembus Pasar Ekspor, Daerah Lain Siap Menyusul

Minggu, 13 September 2026 | 04:43

Strategi Pengusaha Indonesia Hadapi CBAM EU dan IEU-CEPA

Minggu, 13 September 2026 | 04:14

Selengkapnya