Berita

Ilustrasi/Net

Politik

Soal Tes Massal Covid-19, Jumisih: Bukti Elite Egois, Buruh Padat Karya Tidak Dipedulikan

SELASA, 24 MARET 2020 | 05:07 WIB | LAPORAN: ANGGA ULUNG TRANGGANA

Rencana tes massal serentak tehadapa anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) menuai kritik pedas bagi beberepa kalangan. Sebelumnya elite Partai Kebangkitan Bangsa (PKB, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai Amanat Nasional (PAN) tegas menolak.

Ketua Umum Federasi Buruh Lintas Pabrik (FBLP), Jumisih menyayangkan rencana pemerintah yang akan mengadakan tes massal Covid-19.

Menurut Jumisih, seharusnya pemerintah segera melakukan tes massal di kawasan industri dan permukiman para buruh.


"Anggota Dewan memang perlu diperiksa kesehatannya, tapi kenapa lebih penting dibanding memeriksa pabrik, kawasan industri dan pemukiman buruh yang padat? Sebaiknya terkait corona ini, jangan ada mayararakat luas yang dikorbankan karena mitigasi bencana yang asal-asalan," demikian kata Jumisi, Senin malam (23/3).

 Lebih Lanjut Jumisih mengulas, ada jutaan buruh yang saat ini bekerja tanpa sarana perlindungan dari Covid-19. Lebih parah lagi, selain tanpa perlindungan dari Covid-19, jutaan buruh masih terancam keamannnya terkait kepastian kerja dan jaminan pendapatan.

"Mestinya kepentingan buruh padat karya ini jadi prioritas bagi pemerintah dan DPR. Elit politik jangan egois! Anggota Dewan tidak selayaknya menggunakan keistimewaan posisi untuk aman dari corona, sedangkan jutaan rakyat yang tidak bisa reses harus menanggung corona dengan keselamatan jiwa dan keamanan ekonominya.+," kata Jumisih seraya mengeskpresikan kegeramannya.

Pemerintah, kata Jumisih, seharusnya tahu bahwa di tengah ancaman krisis kesehatan dan krisis ekonomi ini, jutaan buruh padat karya adalah penopang ekonomi dan paling berisiko terjangkit virus corona.

"Setiap hari, dalam waktu panjang, buruh padat karya yang mayoritas perempuan ini terus berhimpitan dan bekerja tanpa alat perlindungan diri yang mencukupi. Dalam situasi paling rentan ini, belum juga dibuat program pemerintah untuk tenaga kesehatan mendatangi ke pabrik-pabrik dan kawasan industri. Apakah ini disengaja demi investasi dan ekonomi?" tanya Wakil Ketua Konfederasi Persatuan Buruh Indonesia ini.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Insentif SPPG Dipangkas, Wamenkeu Senang MBG Terus Lakukan Reformasi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:15

Putra Pandeglang jadi Kapolri, Sejarah Baru bagi Banten!

Jumat, 02 Oktober 2026 | 00:43

Dana Kopdes Rp37 Triliun Sudah di Himbara, Tapi Masih Dikunci Kemenkeu

Jumat, 02 Oktober 2026 | 00:20

Bupati Gowa Tidak Ditahan Usai Diperiksa sebagai Tersangka, Ini Sebabnya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 23:18

Muhadjir Effendy Menyesal Tak Bisa Maksimal Dongkrak Kesejahteraan Guru

Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:33

Kasus Alpriado Osmond Diputus PN Tangerang, Hak Asuh Anak Dimenangkan Ibu

Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:06

Saatnya Mahasiswa Kritisi Sistem Dominasi "Fraksi" di Parlemen

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:42

Pertamina Patra Niaga Salurkan LPG 3 Kg ke 958 Kopdes Merah Putih

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:31

Asesmen jadi Fondasi Pembinaan Warga Binaan Lapas Cianjur

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:03

Selengkapnya