Berita

Luluk Nur Hamidah/Net

Politik

Anggota DPR Akan Tes Corona Gratisan, PKB: Nggak Sensitif Dan Secara Moral Mengganggu

SELASA, 24 MARET 2020 | 00:48 WIB | LAPORAN: ANGGA ULUNG TRANGGANA

Anggota Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) Luluk Nur Hamidah menentang keras rencana rapid test Covid 19 bagi seluruh anggota DPR beserta keluarganya.

Menurut Luluk, rencana itu adalah indikasi para legislator di Senayan tidak sensitif terhadap keadaan bangsa yang sedang menghadapai bencana non alam seperti wabah Covid-19.

"Gak Sensitif dan secara moral menganggu. DPR bisa diwajibkan test tapi tidak perlu difasilitasi. Kenapa karena ada yang jauh lebih prioritas dan urgen. Malu lah mas," demikian kata Luluk saat berbincang dengan Kantor Berita Politik RMOL Senin malam (23/3).


Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini mengaku sudah menjalani rapid test Corona di salah satu Rumah Sakit rujukan di Kota Surakarta. Ia memilih periksa secara mandiri karena merasa ada masyarakat yang menjadi pekerjaan pemerintah.

"Pemenuhan hak atas kesehatan terutama Masyarakat kelas bawah Masih jadi PR (pekerjaan rumah) besar," demikian kata Luluk.

Diketahui, seluruh anggota DPR bersama anggota keluarga akan menjalani rapid tes virus corona baru (Covid-19). Adapun biaya rapid test untuk 575 anggota dewan itu diklaim berasal dari sumbangan sukarela dari beberapa anggota dewan.

Pelaksanaan rapid test ini nantinya melibatkan para petugas medis yang disiapkan oleh DPR. Namun, tidak mewajibkan urunan wajib dari semua anggota DPR.

Sekjen DPR RI, Indra Iskandar menyatakan mulanya pihaknya memfasilitasi rapid test untuk anggota dewan yang berusia lanjut. Namun, karena wabah virus corona ini tidak pandang bulu, pihaknya memutuskan memfasilitasi semua anggota dewan.

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

Pakar HTN Sambut Baik Putusan MK Perkuat Kedudukan Hasil Audit BPK

Selasa, 21 April 2026 | 18:18

Refly Harun soal Info P21 Kasus Ijazah Jokowi: Itu Ngarang!

Selasa, 21 April 2026 | 18:17

Efek Domino MBG, Pendapatan Petani Naik 60 Persen

Selasa, 21 April 2026 | 18:13

Hadiah Hari Kartini: Pengesahan UU PPRT Lindungi Pahlawan Domestik

Selasa, 21 April 2026 | 18:04

Staf PBNU Mangkir dari Panggilan, KPK Siap Jadwal Ulang

Selasa, 21 April 2026 | 17:52

RUU PPRT Disahkan DPR Bukti Perempuan Hadir di Parlemen

Selasa, 21 April 2026 | 17:43

Peringati Hari Kartini, KPP: Perempuan Harus Aktif dari Suara ke Aksi

Selasa, 21 April 2026 | 17:42

Huawei Rilis Pura 90 Series, Ini Spesifikasi, Fitur Kamera, dan Harganya

Selasa, 21 April 2026 | 17:16

Staf Orang Kepercayaan Maidi Dicecar KPK soal Penampungan Dana CSR

Selasa, 21 April 2026 | 17:13

13 WNI Jadi Korban Kebakaran 1.000 Rumah Apung di Malaysia

Selasa, 21 April 2026 | 17:10

Selengkapnya