Berita

Rektor Universitas Indonesia, Ari Kuncoro/Net

Kesehatan

Utang 300 Juta Dolar AS Dari Bank Dunia, Rektor UI: Itu Pinjaman Standby

SENIN, 23 MARET 2020 | 19:23 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Dana pinjaman sebesar 300 juta dolar AS yang digelontorkan bank dunia kepada Indonesia dinilai sebagai hal yang wajar.

Menurut Rektor Universitas Indonesia, Ari Kuncoro, dana pinjaman tersebut sifatnya hanya jaga-jaga atas dampak melemahnya ekonomi akibat dari sentimen virus corona atau Covid-19.

“Itu pinjaman standby aja, kalau diperlukan dipakai, semacam dana cadangan. Saya sih enggak tahu gimana perjanjiannya, mungkin ada komitmen fee. Tapi saya belum jelas gimana isinya,” ujar Ari kepada Kantor Berita Politik RMOL, Senin (23/3).


Dia menerangkan, dukungan dana pinjaman dari world bank kepada sejumlah negara yang mengalami pelemahan ekonomi akibat corona lazim dilakukan. Sehingga, pihaknya tidak kaget dengan upaya pemerintah meminjam uang tersebut.

“Itu sudah biasa dilakukan apa lagi dalam situasi kayak gini, kebutuhan banyak untuk penangan Covid-19 ini. Kalau kita enggak pinjam justru kita (rakyat) bertanya-tanya, kok ini pemerintah enggak aktif, jadi saya rasa pemerintah semuanya sudah memikirkan,” paparnya.

Kendati demikian, ia mewanti-wanti kepada pemerintah untuk menggunakan dana pinjaman tersebut sesuai dengan peruntukannya, terutama dalam penanganan wabah virus corona.

“Situasi yang terjadi saat ini memang luar biasa ya. Kita memang membutuhkan dana cadangan, jadi dipakai saja dulu, ini kan wabahnya diprediksi sampai 29 Mei, dan pasti akan ada banyak kebutuhan terutama alat kesehatan, medis dan lain-lain, diperuntukkannya ya ke sana,” tandasnya.

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

JK Bukan Pelaku Penista Agama

Rabu, 22 April 2026 | 04:11

Gaya Koruptor Sorong Beda dengan Indonesia Barat

Rabu, 22 April 2026 | 03:37

GoSend Rilis Fitur Kode Terima Paket

Rabu, 22 April 2026 | 03:13

Disita Aset Rp2 Miliar dari Safe Deposit Box Pejabat Bea Cukai

Rabu, 22 April 2026 | 03:00

Rano Tekankan Integritas CPNS Menuju Jakarta Kota Global

Rabu, 22 April 2026 | 02:24

Pegawai BUMN Dituntut Tangkal Narasi Negatif terhadap Pemerintah

Rabu, 22 April 2026 | 02:09

Ibrahim Arief Merasa Jadi Kambing Hitam Kasus Chromebook

Rabu, 22 April 2026 | 02:00

Keluarga Nadiem Adukan Dugaan Kejanggalan Kasus Chromebook ke DPR

Rabu, 22 April 2026 | 01:22

Fahira Idris: Perempuan Jadi Tumpuan Indonesia Maju 2045

Rabu, 22 April 2026 | 01:07

Dony Oskaria: Swasembada Pangan Nyata Bukan Hoaks

Rabu, 22 April 2026 | 01:03

Selengkapnya