Berita

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas saat dampingi istrinya terima rekom Cabup dari Partai Nasdem/Net

Nusantara

Diduga Berpolitik Ria Saat Negara Sibuk Urus Corona, Azwar Anas Akan Dilaporkan Ke Bawaslu

SENIN, 23 MARET 2020 | 00:47 WIB | LAPORAN: ANGGA ULUNG TRANGGANA

Di tengah negara dan rakyat sibuk pencegahan penyebaran virus corona baru atau Covid-19, sebuah foto viral di grup-grup WhatsApp dan Facebook yakni istri Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas, Ipuk Fiestiandani didampingi sang suami dan anggota DPRD Banyuwangi dari Fraksi Nasdem Bernard, sedang menerima rekom dukungan untuk dicalonkan menjadi bupati oleh Partai Nasdem.

Dalam foto tersebut, terlihat Ketua DPW Partai Nasdem Jawa Timur yang juga sebagai Ketua Koordinator Bidang Ideologi, dan Organisasi DPP Nasdem, Sri Sajekti Sudjunadi menyerahkan map warna biru berlambang partai Nasdem, yang disebut-sebut sebagai surat rekomendasi bakal calon bupati (Bacabup) kepada istri orang nomor satu di Banyuwangi tersebut.

Namun dengan viralnya foto Anas mendampingi Ipuk, lagi-lagi sang bupati mendapat kritikan dari masyarakat.


“Semua kegiatan politik libur. Demo aja ditunda. Pengajian dtunda. Kok Bupati Anas malah bermain politik ria,” kritik Danu Budiyono, aktivis sosial politik Banyuwangi pada Kantor Berita RMOL Jatim, Minggu (22/3).

Dikatakan Danu, langkah Azwar Anas yang tengah berpolitik di saat rakyat was-was dengan wabah corona, sangat bertolak belakang dengan imbuannya sebagai bupati.

Danu juga menduga bupati melanggar pasal 304 ayat (2) UU No.7 tahun 2017, yakni menggunakan fasilitas negara. Hal ini sesuai himbauan, bahwa netralitas pegawai apatatur sipil negara (ASN), kampanye oleh pejabat negara lainnya serta larangan penggunaan fasilitas negara.

Karena itu pihaknya akan mendatangi kantor Bawaslu Kabupaten Banyuwangi untuk menanyakan perihal langkah politik Bupati Anas.

“Saya besok pagi (Hari ini) akan konsultasi ke Bawaslu Kabupaten Banyuwangi perihal masalah tersebut, karena itu dilakukan di pendopo Banyuwangi. Apakah itu bisa disebut pelanggaran atau bukan, karena menurut saya secara etika tidak pantas dilakukan oleh orang nomor satu di Banyuwangi,” tutupnya.

Sebelumnya Bupati Anas telah membuat kebijakan menutup sementara destinasi wisata di seluruh Banyuwangi. Pihaknya juga meliburkan sekolah selama dua minggu dan menunda pelaksanaa event Banyuwangi festival (B-Fest) di kabupaten paling ujung Timur Pulau Jawa ini.

Tidak hanya itu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi telah melakukan penyemprotan disinfektan dilakukan di kantor-kantor. Dan hampir semua kegiatan politik diliburkan.

Pemkab Banyuwangi bahkan juga memberlakukan social distancing untuk pencegahan penyebaran virus corona.

Bahkan pada Jumat (20/3) di salah satu pasar di Banyuwangi, Anas mengimbau pada masyarakat untuk meniadakan shalat Jumat karena khawatir penyebaran Covid-19 semakin meluas.

“Shalat Jumat sementara ditiadakan, karena sudah lebih dari 50 orang terjangkit virus,” kata Anas seperti dikutip dari Kantor Berita RMOL Jatim.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

KPK Sita Rumah Mewah Milik Vinna Ledy Anggraheni di Jaksel

Selasa, 01 September 2026 | 11:03

UPDATE

Tim Hukum Febrie Curiga Ada Nama Pejabat Kejagung Dicatut terkait Duit Rp40 Miliar

Rabu, 09 September 2026 | 04:16

Merawat Aceh, Memprioritaskan Kepentingan Rakyat

Rabu, 09 September 2026 | 04:04

Polda Banten-Basarnas Maksimalkan Pencarian Jurnalis Hilang Kontak di Selat Sunda

Rabu, 09 September 2026 | 03:32

Bahaya Abu Vulkanik bagi Penerbangan: Ancaman Tak Kasat Mata yang Mematikan

Rabu, 09 September 2026 | 03:22

PDIP Tafsirkan Pidato AHY: Bisa Jadi Pesan untuk Presiden Menuju 2029

Rabu, 09 September 2026 | 03:09

Wow! Hadiah Sayembara Ijazah Gibran Tembus Rp10,25 Miliar

Rabu, 09 September 2026 | 02:52

Sekolah Tatap Muka di Lampung Batal Gegara Anak Krakatau Kembali Erupsi

Rabu, 09 September 2026 | 02:14

Survei Digdaya: Kepuasan Publik terhadap Prabowo Capai 56,3 Persen

Rabu, 09 September 2026 | 02:01

Pencarian 8 Orang Hilang Kontak di Selat Sunda Terkendala Arus Kencang

Rabu, 09 September 2026 | 01:34

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Selengkapnya