Berita

Irawati Hermawan/Net

Kesehatan

Irawati Dan MCB Produksi Hand Sanitizer Murah, Pemerintah Diminta Jamin Pasokan Alkohol 76 Persen

SABTU, 21 MARET 2020 | 21:56 WIB | LAPORAN: YELAS KAPARINO

Pandemi virus corona baru atau Covid-19 diperkirakan akan berlangsung untuk waktu yang cukup lama. Bukan tidak mungkin situasi akan bergerak ke arah yang lebih buruk.

Apalagi kalau pemerintah dan masyarakat tidak menangani penyebaran virus ini dengan serius.

Pemerintah sebagai regulator diharapkan memberikan penjelasan seluas-luasnya kepada semua lapisan masyarakat akan bahaya, upaya pencegahan dan tatalaksana penanganan wabah ini.


Di samping kesehatan masyarakat yang terancam, perekonomian juga akan terimbas secara signifikan karena berbagai moda produksi, distribusi dan konsumsi hampir lumpuh, dimana jutaan orang dipaksa untuk mengunci diri dirumah. Dan pasokan bahan baku impor yang merupakan sebagian besar tumpuan produk lokal juga terisolir.

Demikian dikatakan pengara senior Irawati Hermawan dalam perbincangan dengan redaksi, Sabtu malam (21/3).

Ira yang juga merupakan salah seorang calon Ketua Ikatan Alumni Universitas Padjadjaran (Unpad) sepakat bahwa hampir semua lini perekonomian mengalami pelambatan karena pandemi corona yang mulai masuk dan mengancam ratusan juta penduduk Indonesia.

“Perekonomian memang harus terus dijaga agar tidak memburuk. Namun kelihatannya Pemerintah memiliki agenda yang lebih penting lagi yaitu mereduksi korban corona melalui sosialisasi, anjuran, perintah dan tatalaksana penanganan pasien yang tepat. Pemerintah diuji untuk meminimalisir korban kematian yang diakibatkan oleh Covid-19,” ujar Irawati.

Sebagai anggota masyarakat, Irawati mengatakan dirinya terpanggil untuk membantu pemerintah melakukan pencegahan dan meminimalisir penularan virus corona.

Dia memproduksi hand sanitizer dan disinfektan secara massif serta menjual dengan harga jauh di bawah harga pasar supaya masyarakat dapat turut menyebarkan melalui kegiatan reseller.

Sebagai contoh, satu botol hand sanitizer ukuran 60 ml di pasaran dijual seharga Rp 35 ribu. Sementara Masyarakat Cinta Bogor (MCB) yang didampingi Irawati dapat menjual dengan harga Rp 10 ribu.

Diharapkan dengan kegiatan tersebut dua tujuan tercapai yaitu mencegah penularan corona dan menggerakan perekonomian di bawah, ujar Irawati.

Karena harga yang sangat murah itulah animo masyarakat sangat tinggi. Melalui komunitas MCB yang saat ini keanggotaannya mencapai lebih dari 500 ribu orang, pemesanan produk hand sanitizer dan disinfektan mengalir deras.

“Sebagai gerakan kegiatan sosial kemasyarakatan, MCB memang lebih mengedepankan aspek sosial daripada bisnis. Tak heran harga yang dipatok sepertiga dari harga pasar. Namun demikian banyak antrian pemesanan yang belum dapat dipenuhi sesuai ritme yang diharapkan, karena sulitnya pasokan alkohol 76 persen yang mulai langka di pasaran,” jelas Irawati lagi.

Irawati berharap Pemerintah segera mengambil tindakan sigap untuk menjamin ketersediaan bahan baku hand sanitiser dan disinfektan.

Pemerintah diharapkan tidak saja menjamin tersedianya lasokan dalam jumlah yang memadai, namun  juga menjaga agar harga tetap rasional supaya terjangkau masyarakat.

“Tindakan Pemerintah ini sangat penting dilakukan mengingat kedua produk tersebut merupakan senjata ampuh untuk mencegah penyebaran virus Covid-19,” demikian Irawati.


Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Omongan Amien Rais Dibenarkan Publik selama Tak Dibantah Teddy

Kamis, 07 Mei 2026 | 02:15

UPDATE

Bali Disiapkan Jadi “Dubai Baru”, Duit Asing Bebas Pajak

Jumat, 08 Mei 2026 | 20:07

DPR Minta Pemerintah Cepat Terbitkan Aturan Turunan UU PPRT

Jumat, 08 Mei 2026 | 20:01

Dugaan Korupsi Dana APBD untuk Unsultra Dilaporkan ke KPK

Jumat, 08 Mei 2026 | 19:57

DPR: Kode Etik Media Arus Utama Lebih Jelas Dibanding New Media

Jumat, 08 Mei 2026 | 19:38

Tarumajaya Raih Paritrana Award Bukti Desa Berpihak kepada Rakyat

Jumat, 08 Mei 2026 | 19:26

Polisi Sudah Periksa 39 Saksi Terkait Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur

Jumat, 08 Mei 2026 | 19:15

Ekonomi Tumbuh (Tidak) Disyukuri

Jumat, 08 Mei 2026 | 19:11

Ombudsman RI Bentuk Majelis Etik untuk Tegakkan Integritas dan Profesionalisme

Jumat, 08 Mei 2026 | 19:10

Sejarah Erupsi Gunung Dukono Masa ke Masa

Jumat, 08 Mei 2026 | 19:06

PLN Bedah Mitigasi Risiko Pidana dalam Penerapan KUHP dan KUHAP Baru

Jumat, 08 Mei 2026 | 18:42

Selengkapnya