Berita

Mardani Ali Sera/Net

Politik

Lonjakan Penumpang Penerbangan Ke Singapura Membludak, PKS: Insyaallah Krisis 1998 Tidak Terulang

SABTU, 21 MARET 2020 | 17:53 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Membludaknya calon penumpang maskapai penerbangan Garuda Indonesia ditengah wabah virus corona atau covid-19 yang diiringi gejolak ekonomi seperti sekarang ini, sangat mengejutkan.

Terlebih, lonjakan calon penumpang tersebut terjadi sebelum Singapura menutup perbatasannya dengan isolasi mandiri 14 hari.  

Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera menduga para calon penumpang asal Indonesia itu bukan masyarakat biasa.


Namun, terkait kekhawatiran apakah antisipasi potensi terjadinya krisis seperti tahun 1998, atau hanya sekadar melindungi diri dari wabah virus corona dinilai memungkinkan.

"Ini mengejutkan. Berarti mereka yang datang mesti punya syarat kalau tidak permanent residence, pasti punya booking tinggal minimal 14 hari. Jadi tidak mungkin warga biasa," kata Mardani Ali Sera kepada Kantor Berita Politik RMOL, Sabtu (21/3).

"Tapi bisa dasarnya khawatir ada kejadian yang merugikan diri dan keluarga. Bisa karena penyebaran Covid-19 yg diprediksi meluas atau khawatir kejadian 1998 terulang," sambungnya.

Kendati begitu, anggota Komisi II DPR RI ini belum dapat memastikan apa motif pasti yang dijadikan alasan mereka hendak pergi ke Singapura ditengah virus yang telah menjadi pandemik global tersebut.

"Motifnya saya belum dapat kejelasan," ujarnya.

Lebih jauh, dia berharap dan meyakini bahwa potensi krisis yang menimpa Indonesia 22 tahun silam itu, ditengah ancaman gejolak ekonomi saat ini, tidak akan terulang.

Sebab, Mardani yakin pemerintah Indonesia telah menyiapkan upaya penanganan wabah covid-19 termasuk dampak yang ditimbulkan.

"Saya menghimbau semua tenang. Wabah ini insyaAllah dapat ditangani. Dan krisis 1998 insyaAllah tidak akan terulang," katanya.

Wakil Ketua BKSAP DPR RI ini mengajak masyrakat untuk bersatu dan kompak dalam menanggulangi wabah corona di Indonesia.

"Ayo bergandeng tangan #BergerakLawanCorona. Dengan saling memberi dan saling mengasihi," pungkasnya.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

Pelaku Penembakan Rombongan Tito Karnavian Diringkus

Jumat, 03 April 2026 | 19:59

UPDATE

Nasdem Ingatkan Ancaman El Nino dan Dampak Geopolitik ke Pangan Nasional

Selasa, 07 April 2026 | 14:17

Istana Kaji Wacana Potong Gaji Menteri, Belum ada Keputusan

Selasa, 07 April 2026 | 14:14

Pemerintah Genjot Biofuel untuk Redam Dampak Kenaikan Harga Pangan

Selasa, 07 April 2026 | 14:02

Benteng Etika Digital: Pemerintah Godok Dua Perpres untuk Jinakkan Risiko AI

Selasa, 07 April 2026 | 13:53

KPK Panggil Petinggi 5 Perusahaan Travel Haji

Selasa, 07 April 2026 | 13:34

Seruan Saiful Mujani Tak Digubris, Istana: Prabowo Fokus Agenda Strategis

Selasa, 07 April 2026 | 13:33

Monitoring Ketat Jadi Kunci WFH ASN Tetap Produktif

Selasa, 07 April 2026 | 13:21

Pemerintah Klaim Ketahanan Pangan Nasional Stabil hingga 11 Bulan ke Depan

Selasa, 07 April 2026 | 13:17

Jangan Adu Domba Rakyat dengan Pemerintah Soal BBM

Selasa, 07 April 2026 | 13:11

Kasus Suap Pemkab Bekasi: KPK Periksa Istri Ono Surono Sebagai Saksi

Selasa, 07 April 2026 | 13:08

Selengkapnya