Berita

Ketua Umum DPP KNPI, Haris Pertama 9dua dari kanan)/Net

Nusantara

Cegah Corona, KNPI Bantu Pemerintah Dengan Berbagi Masker Dan Hand Sanitizer

SABTU, 21 MARET 2020 | 14:15 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Setelah penandatanganan MoU antara DPP Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) dan Lembaga Kesehatan Mahasiswa Islam (LKMI) yang dilaksanakan 7 Maret 2020 di Sekretariat Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI), Setiabudi, Jakarta Selatan, tim Posko Respect Covid-19 kembali melaksanakan gerakan berbagi masker dan hand sanitizer kepada warga Jakarta.

Ketua Umum DPP KNPI, Haris Pertama mengatakan, turun ke jalan berbagi masker dan hand sanitizer bukti pemuda dan mahasiswa Indonesia ikut membantu pemerintah dalam pencegahan penularan virus corona baru (Covid-19).

"Ini bagian dari apaya kita membantu pemerintah dalam pencegahan penularan Covid-19 yang semakin menggila," ujar Haris Pertama kepada media di Stasiun Kereta Api Cikini, Jakarta Pusat, Jumat kemarin (20/3).


Kegiatan berbagi ratusan masker dan hand sanitizer ini dilakukan di Stasiun Kereta Api Cikini, Jakarta Pusat dan kawasan Matraman, Jakarta Timur mendapatkan sambutan baik dari masyarakat.

Haris berharap kegiatan seperti ini menjadi contoh baik dan menunjukan pemuda dan mahasiswa peduli akan penanganan bencana nonalam ini di Indonesia.

"InsyaAllah menjadi amalan dan contoh baik, dan perlu diketahui ini didapat dari infaq atau sumbangan internal pengurus yang berharap bencana ini segera usai dan kehidupan ekonomi masyarakat kembali normal," ucap Haris.

Di tempat yang sama, Ketua Posko Respect Covid-19, Rusdi Hidayat mengatakan, posko buka setiap hari, dan ada pelayanan konsultasi dari dokter yang terpercaya.

"Posko di Gedung PB HMI Jalan Sultan Agung setiap harinya terbuka untuk konsultasi kesehatan dan pembagian masker juga hand sanitizer kepada masyarakat yang datang. Kami kawal hingga corona hilang dari Indonesia," sebut dia.

Populer

Malaysia Jadi Negara Pertama yang Keluar dari Perjanjian Dagang AS

Selasa, 17 Maret 2026 | 12:18

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Anggaran Pendidikan Diperebutkan, Sistemnya Tak Pernah Dibereskan

Sabtu, 14 Maret 2026 | 07:48

TNI Tegas dalam Kasus Andrie Yunus, Beda dengan Polri

Sabtu, 21 Maret 2026 | 05:03

Pemudik Sebaiknya Perhatikan Enam Pesan Ini

Minggu, 15 Maret 2026 | 03:11

Polisi Diminta Profesional Tangani Kasus VCS Bupati Lima Puluh Kota

Jumat, 20 Maret 2026 | 00:50

Rismon Dituding Bohong soal Ijazah Jokowi

Minggu, 15 Maret 2026 | 05:04

UPDATE

Kubu Jokowi Bergerak Senyap untuk Jatuhkan Prabowo

Rabu, 25 Maret 2026 | 06:15

Lima Destinasi Wisata di Bogor Bisa Jadi Alternatif Nikmati Libur Lebaran

Rabu, 25 Maret 2026 | 06:02

Program Mudik Gratis Presisi 2026 Cermin Nyata Transformasi Polri

Rabu, 25 Maret 2026 | 05:51

Negara-negara Teluk Alergi Iran

Rabu, 25 Maret 2026 | 05:37

Jika Rakyat Tak Marah, Roy Suryo Cs sudah Lama Ditahan

Rabu, 25 Maret 2026 | 05:13

Gegara Yaqut, KPK Tak Tahan Digempur +62 Siang Malam

Rabu, 25 Maret 2026 | 04:23

Waspada Kemarau Panjang Landa Jawa Barat

Rabu, 25 Maret 2026 | 04:15

KPK Ikut Ganggu Prabowo

Rabu, 25 Maret 2026 | 04:01

Elektrifikasi Total

Rabu, 25 Maret 2026 | 03:37

Kasus Penahanan Yaqut Jadi Kemunduran Penegakan Hukum

Rabu, 25 Maret 2026 | 03:18

Selengkapnya