Berita

Arif Sumatri/Rep

Kesehatan

Desinfektan Mulai Langka, Hakli: Cuka Bisa Jadi Alternatif Berantas Corona

SABTU, 21 MARET 2020 | 13:46 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Bahan kimia yang biasa digunakan untuk membasmi kuman dan penyakit, atau biasa disebut desinfektan sudah mulai langka di pasaran.

Padahal, permintaan untuk penyemptotan desinfektan untuk menangkal wabah virus corona baru (Covid-19) sudah mulai banyak.

Hal ini disampaikan Ketua Umum Himpunan Ahli Kesehatan Lingkungan Indonesia (Hakli), Arif Sumatri saat jumpa pers, di Gedung Graha BNPB, Jalan Pramuka Raya, Matraman, Jakarta Timur, Sabtu (21/3).


"Banyak orang meminta desinfeksi di perumahan, di perkantoran. Tapi sekarang, semua bahan-bahan desinfektan itu tidak ada di pasar, bahan-bahan kimia antri. Ini menunjukan bahwa masyarakat sedang tren hidup bersih dan sehat," demikian disampaikan Arif Sumantri.

Demi memenuhi kebutuhan masyarakat di tengah wabah pandemi corona ini, Hakli memberikan langlah alternatif yang bisa dilakukan semua pihak. Yakni, menjadikan cuka sebagai bahan desinfektan pembasmi.

"Cuka yang biasanya digunakan untuk pempek, yang biasa digunakan untuk asam, itu bisa dipakai sebagai desinfektan," ungkap Arif Sumatri.

Lebih rinci, dosen Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Syarif Hidayatullah UIN Jakarta ini menjelaskan, cairan cuka bisa menjadi desinfektan jika dikolaborasikan dengan beberapa bahan herbal lainnya.

"Dengan memanfaatkan setengah cangkir gelas cuka, setengah gelas air, dicampur dengan 12-24 tetes minyak esential seperti kayu manis, cengkeh, kayu putih, atau jeruk nipis. Ini bisa menjadi sebuah desinfektan yaitu antiseptic," papar Arif Sumatri.

Setelah semua bahan itu dicampur, Arif Sumatri menyampaikan cara penggunaannya. Di mana langkah-langkahnya mesti diawali dengan membersihkan media tertentu yang dituju.

"Sebelum menyemprot ke media objek, dilakukan proses pembersihan, cleaning, agar media yang pasti akan dilakukan desinfeksi itu betul-betul telah bersih dari debu. Setelah dibersihkan baru kemudian dibilas, di disinfeksi, lalu dibilas dengan lap mikrofiber," ucap Arif Sumatri.

"Inilah bentuk desinfektan yang alami, yang alternatif, ketika dalam kondisi saat ini desinfeksi sebagai sebuah yang mahal, kelangkaan. Tapi ada hal yang menghalangi, karena ada solusinya," dia menambahkan.

Populer

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

UPDATE

TNI Terima Penyerahan 75 Senjata Peninggalan Konflik Sosial Maluku

Minggu, 04 Oktober 2026 | 03:17

MPSI Dorong Badan Khusus Tangani Pengungsi Internal Papua

Minggu, 04 Oktober 2026 | 02:50

KDMP: Dari Dukungan Negara Menuju Kemandirian Anggota

Minggu, 04 Oktober 2026 | 02:25

Gibran Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Dugaan Keabsahan Ijazah

Minggu, 04 Oktober 2026 | 01:50

Berpengalaman di Bidang Reserse, Irjen Dadang Didapuk jadi Kapolda Metro

Minggu, 04 Oktober 2026 | 01:20

Ketika Karbon Menjadi Komoditas

Minggu, 04 Oktober 2026 | 00:43

Miliki Segudang Pengalaman, Tugas Berat Kini Menanti Herimen sebagai Kabaharkam

Minggu, 04 Oktober 2026 | 00:28

Laporan Keuangan Danantara Ditargetkan Rampung Oktober

Minggu, 04 Oktober 2026 | 00:04

Kapolri Baru Harus Usut Kasus Pembubaran Ibadah GKPI Mauk Sepatan

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 23:33

Polisi Didesak Ungkap Kasus Pemecahan Kaca Mobil Jurnalis di Depok

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 23:13

Selengkapnya