Berita

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan/RMOL

Nusantara

Insis: Anies Dipercaya Pusat Karena Penanganan Wabah Corona Pemprov DKI Jauh Lebih Baik

SABTU, 21 MARET 2020 | 03:46 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Pemerintah pusat yang dipimpin Presiden Joko Widodo dianggap sangat gagap saat adanya virus Corona atau Covid-19 di Indonesia dibandingkan dengan sikap Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan.

Peneliti senior Institut Riset Indonesia (Insis), Dian Permata mengatakan, gagapnya pemerintah pusat dapat dilihat dari kebijakan yang selalu didahului oleh Pemprov DKI Jakarta dibanding pemerintah pusat dalam penanganan Wabah Corona.

Apalagi, Pemprov DKI Jakarta melalui Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan terlebih dahulu menyampaikan akan membentuk tim satgas Covid-19 di Jakarta.


Walau pada akhirnya, Presiden Joko Widodo seakan-akan tak ingin tersaingi dengan Anies Baswedan dengan cara mengumumkan kasus pertama virus Corona di Indonesia.

Kebijakan lainnnya pun kata lulusan Magister Universitas Sains Malaysia ini, Pemprov DKI selalu lebih unggul dibanding kebijakan pemerintah pusat yang terkesan lamban dan selalu gagal dalam bersikap menghadapi wabah Corona.

"Uji keseriusan Pemprov DKI makin nyata ketika nomor hotline darurat Covid-19 dibandingkan antara milik DKI dan Kemenkes (pusat). Dari sini saja mulai terlihat jika pemerintah pusat gagap respons penyebaran Covid-19," ucap Dian Permata kepada Kantor Berita Politik RMOL, Jumat (20/3).

Bahkan kata Dian, Pemprov DKI Jakarta pun juga sempat memberika usulan kepada pemerintah pusat yakni rezim Jokowi untuk pembatasan ruang gerak masyarakat di area terbuka.

"Usulan seperti ini semacam sinisme kebijakan bagi pemerintah pusat yang lambat merespons isu," terang Dian.

Dengan demikian, Dian berharap Presiden Jokowi beserta jajarannya untuk mengambil beberapa peran yang lebih nyata dalam menghadapi wabah Corona.

"Karena itu, ada baiknya pemerintah mengambil beberapa tusi. Seperti peran konsolidasi informasi nasional jumlah PDP, ODP, suspect dan positif Corona," jelas Dian.

Hal itu perlu dilakukan kata Dian mengingat terdapat beberapa daerah yang memiliki informasi berbasis teknologi yang tak bisa diakses.

Sehingga, Presiden Jokowi diharapkan bisa mengkonsolidasikan pimpinan daerah untuk segera cepat mengatasi persoalan tersebut hingga ke tingkat Kabupaten/Kota di seluruh Indonesia.

"Dengan begitu, akan terlihat kepala daerah yang gercep merespon dan memitigasi Covid-19. Sekaligus bisa menjadi report dan rapor bagi publik mana daerah yang sudah aware soal 4.0 terhadap isu Covid-19," pungkas Dian.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Jokowi Dalangi Operasi Politik Pertahankan Wapres Gibran

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:14

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Pejabat BNPB juga Korupsi Pengadaan HT Penanganan Karhutla

Senin, 19 Oktober 2026 | 03:37

Status MSCI Bukan Tanda Kiamat

Senin, 19 Oktober 2026 | 03:21

Penguatan Ekosistem Dagang RI Didorong Tembus 5 Besar Ekonomi Dunia

Senin, 19 Oktober 2026 | 03:06

Mengenal Ahmad Luthfi Auditor BPK yang Minta Jatah Rp600 Juta

Senin, 19 Oktober 2026 | 02:37

Mantan Kadivhubinter Polri Napoleon Bonaparte Meninggal Dunia, Polri Sampaikan Duka Cita

Senin, 19 Oktober 2026 | 02:17

MSCI Pertanyakan Pasar RI, BEI Harus Buktikan Pengawasan Bekerja

Senin, 19 Oktober 2026 | 02:06

Fahira: Mimpi dan Cita-cita Tak Boleh Dibatasi Kondisi Ekonomi

Senin, 19 Oktober 2026 | 01:35

Polisi Tembak Polisi di Markas Ditpolairud Pondok Cabe, Pelaku Ditahan

Senin, 19 Oktober 2026 | 01:15

Selengkapnya