Berita

Jurubicara Pemerintah Untuk Penanganan Virus Corona, Achmad Yurianto/Net

Kesehatan

Dua Ribu Perangkat Pemeriksaan Cepat Untuk Corona Siap Digunakan Pemerintah

JUMAT, 20 MARET 2020 | 21:37 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

  Pemerintah tengah menyiapkan 2.000 alat atau perangkat pemeriksaan cepat untuk deteksi infeksi virus corona baru (Covid-19) untuk masyarakat.  

Jurubicara pemerintah untuk penanganan virus corona, Achmad Yurianto, menjelaskan alat ini nantinya akan mempercepat proses penangan yang dilakukan otoritas terkait.

Saat ini pemerintah tengah berupaya meminimalisir angka penularan virus corona di masyarakat.


"Hari ini, kita sudah menerima 2.000 kit untuk pemeriksaan cepat, kemudian hari ini juga sudah kita accept (terima), tinggal dikirim 2.000. Harapannya besok sudah bisa masuk," katanya dalam keterangan pers di Gedung Graha BNPB, Jalan Pramuka Raya, Matraman, Jakarta Timur, Jumat (20/3).

Selain itu, Yurianto juga mengkonfirmasi bahwa akan ada penambahan perangkat pemeriksaan ini pada Sabtu (21/3) esok. "Sekitar 100 ribu yang akan masuk di hari berikutnya," ucap Achmad Yurianto.

Untuk screening massal, Sekretaris Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan ini belum bisa memastikan kapan dilaksanakan.

Namun, direncanakan pelaksanaan dari tes cepat yang menggunakan metode pengambilan darah, akan segera dilaknakan dalam waktu dekat. "Kemudian screenning massal sudah kita siapkan secepatnya dan ini yang akan kita lakukan untuk pelaksaan pelayanan," tambah Achmad Yurianto.

Di samping itu, pemerintah Indonesia juga sudah memastikan ketersediaan alat kesehatan lain tercukupi. Disebutkan sebelumnya oleh Achmad Yurianto, sebanyak 10.000 alat pelindung diri (APD) dan 150.000 masker siap didistribusikan ke seluruh RS di Indonesia.

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Omongan Amien Rais Dibenarkan Publik selama Tak Dibantah Teddy

Kamis, 07 Mei 2026 | 02:15

UPDATE

Bali Disiapkan Jadi “Dubai Baru”, Duit Asing Bebas Pajak

Jumat, 08 Mei 2026 | 20:07

DPR Minta Pemerintah Cepat Terbitkan Aturan Turunan UU PPRT

Jumat, 08 Mei 2026 | 20:01

Dugaan Korupsi Dana APBD untuk Unsultra Dilaporkan ke KPK

Jumat, 08 Mei 2026 | 19:57

DPR: Kode Etik Media Arus Utama Lebih Jelas Dibanding New Media

Jumat, 08 Mei 2026 | 19:38

Tarumajaya Raih Paritrana Award Bukti Desa Berpihak kepada Rakyat

Jumat, 08 Mei 2026 | 19:26

Polisi Sudah Periksa 39 Saksi Terkait Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur

Jumat, 08 Mei 2026 | 19:15

Ekonomi Tumbuh (Tidak) Disyukuri

Jumat, 08 Mei 2026 | 19:11

Ombudsman RI Bentuk Majelis Etik untuk Tegakkan Integritas dan Profesionalisme

Jumat, 08 Mei 2026 | 19:10

Sejarah Erupsi Gunung Dukono Masa ke Masa

Jumat, 08 Mei 2026 | 19:06

PLN Bedah Mitigasi Risiko Pidana dalam Penerapan KUHP dan KUHAP Baru

Jumat, 08 Mei 2026 | 18:42

Selengkapnya