Berita

Yusdianto/Net

Nusantara

Pakar Hukum: Jokowi Tahu Ada 'Raja Olah' Penimbun Gula

JUMAT, 20 MARET 2020 | 16:13 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Pakar hukum tata negara, Yusdianto, yakin Presiden Joko Widodo tahu ada “raja olah” bermain gula hingga puncaknya terjadi sidak ke pabrik gula di Lampung.

Padahal, kata dosen pengajar di Universitas Lampung (Unila) itu, jelang pilkada biasanya komoditas ini dipakai untuk menarik simpati pemilih.

“Saya yakin sekali petinggi-petinggi pusat paham dengan ‘raja-raja olah’ tersebut sampai Kabareskrim Komjen Polisi Listyo Sigit Prabowo turun ke Lampung,” katanya kepada Kantor Berita RMOLLampung.


Terbukti, kata Yusdianto, ada hampir 100 ribu ton gula disimpan di gudang-gudang perusahaan gula di Lampung.

Padahal, masyarakat tengah mengeluhkan harga gula hingga Rp 18-20 ribu per kilonya.

Selain harga melonjak, gula juga kian langka di pasaran, baik di Lampung maupun provinsi lainnya.

Menurut dia, stok perusahaan-perusahaan trsebut tidak terdata oleh Satgas Pangan Polri.

Di Lampung, ada tiga perusahaan gula, dua swasta dan satu milik pemerintah. Dua pabrik swasta adalah Gunung Madu Plantation (GMP), Sugar Group Companies (SGC).

Milik pemerintah, PTPN Bungamayang. Lampung menjadi pémasok terbesar, 35 persen, kebutuhan gula nasional.

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

UPDATE

Komisi III DPR Sambut KUHP dan KUHAP Baru dengan Sukacita

Jumat, 02 Januari 2026 | 14:12

Bea Keluar Batu Bara Langkah Korektif Agar Negara Tak Terus Tekor

Jumat, 02 Januari 2026 | 14:08

Prabowo Dua Kali Absen Pembukaan Bursa, Ini Kata Purbaya

Jumat, 02 Januari 2026 | 14:07

Polri Susun Format Penyidikan Sesuai KUHP dan KUHAP Baru

Jumat, 02 Januari 2026 | 14:06

Koalisi Permanen Mustahil Terbentuk

Jumat, 02 Januari 2026 | 14:01

Polri-Kejagung Jalankan KUHP dan KUHAP Baru Sejak Pukul 00.01 WIB

Jumat, 02 Januari 2026 | 13:58

Tutup Akhir Tahun 2025 DPRD Kota Bogor Tetapkan Dua Perda

Jumat, 02 Januari 2026 | 13:46

Presiden Prabowo Harus Segera Ganti Menteri yang Tak Maksimal

Jumat, 02 Januari 2026 | 13:42

Bitcoin Bangkit ke Level 88.600 Dolar AS

Jumat, 02 Januari 2026 | 13:41

Berjualan di Atas Lumpur

Jumat, 02 Januari 2026 | 13:41

Selengkapnya