Berita

Petugas keamanan berjaga di gerbang sebuah masjid di Malaysia yang ditutup di tengah pandemi corona/Reuters

Dunia

Rem Penularan Virus Corona, Malaysia Lacak 2.000 Warga Rohingya?

KAMIS, 19 MARET 2020 | 22:33 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Pihak berwenang di Malaysia dikabarkan tengah berupaya untuk melacak sekitar 2.000 warga Rohingya yang ikut menghadiri acara tabligh akbar yang digelar di negeri jiran akhir bulan lalu.

Tabligh akbar itu sendiri diketahui dihadiri oleh sekitar 16.000 orang yang datang bukan hanya dari Malaysia, tapi juga dari sejumlah negara di kawasan Asia Tenggara.

Bukan hanya itu, ribuan warga Rohingya juga diperkirakan hadir dalam kegiatan tersebut.


Namun kegiatan itu justru menjadi pemicu lonjakan kasus infeksi virus corona di Asia Tenggara. Banyak kasus infeksi baru muncul dari mereka yang menghadiri tabligh akbar tersebut.

Lebih dari 670 kasus virus corona di Asia Tenggara telah dikaitkan dengan kegiatan tersebut, termasuk 576 di Malaysia, 61 di Brunei, 22 di Kamboja, 5 di Singapura, 7 di Thailand, dan satu di Vietnam serta satu di Filipina.

Pihak berwenang Malaysia sendiri telah berupaya melacak para peserta yang hadir dalam kegiatan itu. Namun Mereka tidak dapat menemukan sekitar 4.000 peserta lainnya.

Menurut sumber keamanan dan dua sumber lainnya yang anonim dan dikabarkan dekat dengan situasi tersebut, seperti dimuat Reuters (Kamis, 19/3), diperkirakan ada sekitar 2.000 di antara para peserta itu merupakan warga Rohingya.

Diketahui bahwa di Malaysia sendiri ada lebih dari 100 ribu warga Rohingya yang tinggal setelah mereka melarikan diri dari kekerasan di wilayah mereka tinggal di Rakhine, Myanmar. Namun di Malaysia, warga Rohingya dianggap sebagai imigran ilegal dan tidak memiliki dokumen resmi.

Sumber anonim Reuters lainnya mengatakan bahwa status tersebut kemungkinan membuat mereka enggan mengidentifikasi diri mereka untuk dites virus corona, bahkan jika mereka menunjukkan gejala terinfeksi.

Hal itu menjadi tantangan tersendiri bagi otoritas Malaysia yang saat ini tengah berupaya mengerem penularan virus tersebut.

Sementara itu, Ketua Kelompok Kerja Rohingya Hak-hak Pengungsi Asia Pasifik, Lilianne Fan, mengatakan bahwa pihak berwenang Malaysia, termasuk polisi, badan pengungsi Amerika Serikat dan LSM sedang bekerja untuk mengidentifikasi mereka yang menghadiri acara tersebut atau yang telah terpapar dengan orang-orang yang hadir.

Meskipun komunitas pengungsi sebagian besar telah bekerja sama, namun beberapa di antaranya enggan melakukan tes virus bernama resmi Covid-19 itu  karena takut ditangkap.

"Satu langkah penting dan mendesak yang harus diambil adalah agar pemerintah secara terbuka menyatakan bahwa semua migran dan pengungsi tidak berdokumen tidak perlu takut ditangkap dan ditahan, dan bahwa semua kasus positif akan diberikan perawatan medis gratis dan tidak akan ditangkap di rumah sakit," kata Fan.

Meski demikian, belum ada komentar resmi dari otoritas Malaysia mengenai hal ini.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

Pelaku Penembakan Rombongan Tito Karnavian Diringkus

Jumat, 03 April 2026 | 19:59

UPDATE

Nasdem Ingatkan Ancaman El Nino dan Dampak Geopolitik ke Pangan Nasional

Selasa, 07 April 2026 | 14:17

Istana Kaji Wacana Potong Gaji Menteri, Belum ada Keputusan

Selasa, 07 April 2026 | 14:14

Pemerintah Genjot Biofuel untuk Redam Dampak Kenaikan Harga Pangan

Selasa, 07 April 2026 | 14:02

Benteng Etika Digital: Pemerintah Godok Dua Perpres untuk Jinakkan Risiko AI

Selasa, 07 April 2026 | 13:53

KPK Panggil Petinggi 5 Perusahaan Travel Haji

Selasa, 07 April 2026 | 13:34

Seruan Saiful Mujani Tak Digubris, Istana: Prabowo Fokus Agenda Strategis

Selasa, 07 April 2026 | 13:33

Monitoring Ketat Jadi Kunci WFH ASN Tetap Produktif

Selasa, 07 April 2026 | 13:21

Pemerintah Klaim Ketahanan Pangan Nasional Stabil hingga 11 Bulan ke Depan

Selasa, 07 April 2026 | 13:17

Jangan Adu Domba Rakyat dengan Pemerintah Soal BBM

Selasa, 07 April 2026 | 13:11

Kasus Suap Pemkab Bekasi: KPK Periksa Istri Ono Surono Sebagai Saksi

Selasa, 07 April 2026 | 13:08

Selengkapnya