Berita

Tim Medis Melengkapi Dirinya dengan Alat Pelindung Diri yang Sesuai Standar/Net

Kesehatan

apd

Fokus Pada Ketersediaan APD Yang Terbatas, DPR Imbau Dinas Terkait Segera Antisipasi Demi Keselamatan Tim Medis

KAMIS, 19 MARET 2020 | 10:11 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Anggota Komisi IX DPR RI Kurniasih Mufidayati menyatakan petugas medis harus dibekali dengan baju pelindung atau Alat Pelindung Diri (APD) yang memadai.

Banyaknya laporan terkait kurangnya APD di berbagai rumah sakit, disikapinya sebagai suatu yang harus segera diantisipasi sesegera mungkin.  

"Wabah ini terus meluas, jumlah pasien yang harus ditangani juga semakin meningkat. Para dokter dan tenaga medis ini sangat dibutuhkan di tengah kondisi wabah yang sudah dinyatakan oleh pemerintah sebagai bencana nasional ini," ujar Mufida dalam keterangan tertulisnya, Rabu (28/03).
 

 
Ia mewanti-wanti agar jangan sampai ada dokter atau tenaga medis yang sakit dan turut menjadi korban. Kabar tentang adanya dokter yang dinyatakan positif virus corona, ia menyampaikan keprihatinannya.

"Kasus meninggalnya satu orang perawat di salah satu RS akibat terpapar COVID-19 harusnya jadi peringatan akan pentingnya ketersediaan APD ini dan perlindungan bagi para tenaga medis," ujar politikus fraksi PKS ini.

APD yang wajib digunakan petugas medis adalah masker N95, pelindung wajah, pelindung mata, tangan, badan sampai rambut, mutlak dibutuhkan oleh dokter dan paramedis yang menangani langsung pasien COVID-19.

Saat ini kebutuhan APD sangat tinggi namun ketersediaannya terbatas. 

Mufida juga menyoroti kurangnya prasarana pendukung yang dibutuhkan oleh pasien suspect maupun positif COVID-19. "Antara lain ventilator, kamar rawat tekanan negatif untuk isolasi yang jumlahnya juga sedikit di RS Rujukan, yang sangat dikhawatirkan tidak mencukupi ketika jumlah suspect dan positif COVID-19 meningkat seperti yang terjadi saat ini," terang Mufida.

Dukungan asupan makanan bergizi pun perlu diperhatian. Ruangan yang layak dan juga tambahan paramedis bagi para dokter dan tenaga medis lain yang berada di garda terdepan dalam penanganan pasien COVID-19 juga harus menjadi prioritas.

"Pemerintah perlu mempertimbangkan tren kenaikan jumlah pasien positif COVID-19 yang penambahannya sudah mengikuti deret ukur untuk diikuti dengan pengerahan tambahan dokter dan paramedis dari berbagai spesialis yang relevan dengan penanganan COVID-19," ujar Mufida.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

PLN Perluas SPKLU Signature Dukung Ekosistem Kendaraan Listrik

Minggu, 13 September 2026 | 08:21

Pemerintah Didesak Tetapkan Status Darurat Kesehatan Imbas Karhutla

Minggu, 13 September 2026 | 08:01

AntreEV Permudah Antrean SPKLU Lewat PLN Mobile

Minggu, 13 September 2026 | 07:40

Tak Ada Kerusakan Akibat Gempa di Perairan Kepulauan Seribu

Minggu, 13 September 2026 | 07:03

Bisa Pengaruhi Investor, Penegak Hukum Ditantang Adil di Kasus Transfer Pricing

Minggu, 13 September 2026 | 06:51

Inovasi Jebolan Program Pertamuda Pertamina Bantu Nelayan Peroleh Cuan

Minggu, 13 September 2026 | 06:21

Ketika Hukum Terlihat Sedang Mencari Pasal, Bukan Kebenaran

Minggu, 13 September 2026 | 05:47

Nilai Adat Harus Dipegang Teguh dan Diwariskan ke Setiap Generasi

Minggu, 13 September 2026 | 05:16

Budi Daya Lobster Modeling Batam Tembus Pasar Ekspor, Daerah Lain Siap Menyusul

Minggu, 13 September 2026 | 04:43

Strategi Pengusaha Indonesia Hadapi CBAM EU dan IEU-CEPA

Minggu, 13 September 2026 | 04:14

Selengkapnya