Berita

Stafsus Menaker RI, Dita Indah Sari/Net

Pertahanan

Kemnaker: 49 WN China Yang Datang Ke Sultra Ilegal, Mereka Akan Dideportase

RABU, 18 MARET 2020 | 19:43 WIB | LAPORAN: ANGGA ULUNG TRANGGANA

Kedatangan 49 warga negara asing (WNA) asal China ke Bandara Haluleo, Kendari, Sulawesi Tenggara menimbulkan gejolak di masyarakat. Bahkan pengunggah video viral terkait kedatangan WN asal China itu diamankan oleh pihak kepolisian.

Staf Khusus Menteri Ketenagakerjaan, Dita Indah Sari menyatakan, status 49 WN China ilegal karena tidak memiliki izin kerja dari Direktorat Pengendalian Penggunaan Tenega Kerja Asing.

Dita menyatakan bahwa Kemnaker sudah menerjukan tim khusus untuk melakukan pengecekan ke lokasi perusahaan yang ada di Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara.


Dari hasil kerja tim selama 2 hari (15-16 Maret), didapatkan data bahwa mereka tidak mengantongi izin dan hanya menggunakan visa kunjungan.
"Dari pemerikaan kemarin ada fakta di lapangan bahwa ada 19 WNA asal Tiongkok di lokasi kerja PT VDMI (PT Virtue Dragon Nickel Industry), dan 30 PT Obsidian Stainless Steel. Orang-orang itu tidak mengantongi izin kerja, adanya visa kunjungan padahal mereka bekerja," demikian kata Dita saat dikonfirmasi Kantor Berita Politik RMOL, Jakarta, Rabu (18/3).

Lebih lanjut, Dita menyebutkan, ke 49 WN asal Tiongkok itu sudah melanggar Pasal 42 UU 13/2003 tentang Ketenagakerjaan.

Dalam UU itu dinyatakan, semua WNA yang masuk ke Indonesia harus mengantongi izin kerja. Atas temuan itu, semua WNA yang baru datang ke Sulawesi Tenggara itu akan dikenakan sanksi.

"Kita lihat  Pasal 185  UU Ketenagakerjaan mereka (49 WN China) bakal mendapatkan sanksi kurungan 1-4 tahun pidana dan denda hingga  Rp 100-400 juta," tandas politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu.
Dita juga menjelaskan bahwa Kemnaker sudah berkoordinasi dengan pihak Imigrasi dan Pemerintah Daerah. Saat ini, ke 49 WNA asal Tiongkok itu sudah diperintahkan keluar dari lokasi perusaaan dan diwajibkan menjalani karantina.
 
"Kita perintahkan keluar dari lokasi perusahaan, dan tetap dikarantina karena alasan kesehatan dan keamanan dan ini didukung oleh Gubernur Sultra," tambah Dita.

Pihak Kemnaker juga sedang mengumpulkan bukti untuk menaikan kasus ini ke tahap penyidikan.

Rencananya Kemnaker juga berkoordinasi dengan pihak Imigrasi untuk mendeportase seluruh WN asal Tiongkok itu.

"Mereka akan dideportasi, soal waktunya tergantung imigrasi, sejauh ini kami (Kemenaker) sudah berkoordinasi dengan Imigrasi dan Pemda,semua tahapan administrasi juga sudah dilakukan," pungkas Dita.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Insentif SPPG Dipangkas, Wamenkeu Senang MBG Terus Lakukan Reformasi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:15

Putra Pandeglang jadi Kapolri, Sejarah Baru bagi Banten!

Jumat, 02 Oktober 2026 | 00:43

Dana Kopdes Rp37 Triliun Sudah di Himbara, Tapi Masih Dikunci Kemenkeu

Jumat, 02 Oktober 2026 | 00:20

Bupati Gowa Tidak Ditahan Usai Diperiksa sebagai Tersangka, Ini Sebabnya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 23:18

Muhadjir Effendy Menyesal Tak Bisa Maksimal Dongkrak Kesejahteraan Guru

Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:33

Kasus Alpriado Osmond Diputus PN Tangerang, Hak Asuh Anak Dimenangkan Ibu

Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:06

Saatnya Mahasiswa Kritisi Sistem Dominasi "Fraksi" di Parlemen

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:42

Pertamina Patra Niaga Salurkan LPG 3 Kg ke 958 Kopdes Merah Putih

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:31

Asesmen jadi Fondasi Pembinaan Warga Binaan Lapas Cianjur

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:03

Selengkapnya