Berita

Ilustrasi virus corona/Net

Dunia

Peneliti AS: Virus Corona Dapat Hidup Berjam-jam Di Udara Dan Berhari-hari Di Permukaan Barang

RABU, 18 MARET 2020 | 13:42 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Sebuah penerlitian baru dari National Institue of Allergy and Infectious Deaseases (NIAID) mengemukakan, virus corona atau Covid-19 dapat berada udara selama berjam-jam dan permukaan barang selama berhari-hari.

NIAID yang menjadi bagian dari National Institute of Health dari Amerika Serikat melakukan penyelidikan daya tahan Covid-19.

Penelitian dilakukan dengan berusaha meniru virus dari orang yang terinfeksi ke permukaan benda yang berada di lingkungan rumah dan rumah sakit, melalui batuk atau menyentuh benda terkait.


Penelitian ini menggunakan alat untuk mengeluarkan aerosol yang menggandakan tetesan mikroskopis yang dibuat dalam batuk dan bersin.

Hasil tes yang diunggal di New England Journal of Medicine pada Selasa (17/3) menunjukkan, virus dapat dibawa oleh tetesan yang dilepaskan ketika seseorang batuk atau bersin. Di mana virus dapat tetap hidup atau masih dapat menginfeksi manusia dalam aerosol setidaknya selama tiga jam.

Sementara untuk permukaan benda plastik dan stainless steel, virus masih dapat dideteksi selama tiga hari. Namun, untuk di atas kertas, virus tidak dapat hidup setelah 24 jam.

Sedangkan pada tembaga, butuh 4 jam hingga virus tidak aktif, melansir Reuters.

Dalam hal waktu paruh, tim peneliti menemukan, butuh sekitar 66 menit bagi partikel virus untuk kehilangan fungsinya jika berada di tetesan aerosol.

Artinya, setelah 1 jam 6 menit berikutnya, tiga perempat partikel virus tidak aktif, namuan 25 persen lainnya masih dapat hidup.

Menurut tim peneliti yang dipimpin oleh Neeltje van Doremalen dari fasilitas Montana NIAID di Rocky Mountain Laboratories ini, jumlah virus pada akhir tiga jam akan menurun menjadi 12,5 persen.

Untuk stainless steel, dibutuhkan 5 jam 38 menit untuk setengah dari partikel virus menjadi tidak aktif. Pada plastik, waktu paruh adalah 6 jam 49 menit/

Di atas kertas karton, waktu paruh adalah sekitar tiga setengah jam, namun ada banyak variabilitas dalam hasil tersebut sehingga sulit untuk dipastikan angka yang jelas.

Waktu bertahan hidup terpendek bagi virus corona adalah pada tembaga, di mana setengah virus menjadi tidak aktif dalam waktu 46 menit.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

Pelaku Penembakan Rombongan Tito Karnavian Diringkus

Jumat, 03 April 2026 | 19:59

UPDATE

Nasdem Ingatkan Ancaman El Nino dan Dampak Geopolitik ke Pangan Nasional

Selasa, 07 April 2026 | 14:17

Istana Kaji Wacana Potong Gaji Menteri, Belum ada Keputusan

Selasa, 07 April 2026 | 14:14

Pemerintah Genjot Biofuel untuk Redam Dampak Kenaikan Harga Pangan

Selasa, 07 April 2026 | 14:02

Benteng Etika Digital: Pemerintah Godok Dua Perpres untuk Jinakkan Risiko AI

Selasa, 07 April 2026 | 13:53

KPK Panggil Petinggi 5 Perusahaan Travel Haji

Selasa, 07 April 2026 | 13:34

Seruan Saiful Mujani Tak Digubris, Istana: Prabowo Fokus Agenda Strategis

Selasa, 07 April 2026 | 13:33

Monitoring Ketat Jadi Kunci WFH ASN Tetap Produktif

Selasa, 07 April 2026 | 13:21

Pemerintah Klaim Ketahanan Pangan Nasional Stabil hingga 11 Bulan ke Depan

Selasa, 07 April 2026 | 13:17

Jangan Adu Domba Rakyat dengan Pemerintah Soal BBM

Selasa, 07 April 2026 | 13:11

Kasus Suap Pemkab Bekasi: KPK Periksa Istri Ono Surono Sebagai Saksi

Selasa, 07 April 2026 | 13:08

Selengkapnya