Berita

Ilustrasi/Net

Kesehatan

Terlalu! RSUD Ini Tak Terurus, Fasilitas Medis Banyak Yang Rusak, Bahkan Mayat Sampai Membusuk

SELASA, 17 MARET 2020 | 13:06 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Menanggapi laporan warga mengenai fasilitas sebuah rumah sakit pemerintah yang rusak dan sudah tidak layak lagi, anggota Komisi 3 DPRD Kota Padangsidimpuan, Sumatera Utara, melakukan sidak.

Saat sidak itu, wakil rakyat dibuat terkejut. Aroma tidak sedap menyeruak dari kamar mayat yang pendinginnya telah rusak. Bahkan ada mayat yang sampai membusuk.

Fasilitas pendingin di rumah sakit milik pemerintah tersebut telah lama rusak yang belum ada tindakan sampai saat ini.


Komisi 3 DPRD, Iswandy Arisandy dari Partai Amanat Nasional dan Irfan Harahap dari Partai Demokrat, mengatakan kekecewaannya terhadap hasil sidak, Minggu (15/3) lalu.

Kepada wartawan, kedua anggota DPRD tersebut mengaku prihatin dengan kondisi kamar mayat.

"Kamar mayatnya tidak layak pakai, karena fasilitas pendingin jenazah rusak," kata mereka menjawab pertanyaan media.  

Sebelumnya, para pasien telah mengeluhkan alat rongent dan genset di rumah sakit itu rusak. Disusul kemudian lemari pendingin jenazah juga sudah lama tak berfungsi.

Pasien dan keluarga pasien juga mengeluhkan kondisi rumah sakit yang kurang bersih.

Komisi 3 akan meminta keterangan Wali Kota Padangsidimpuan, Irsan Efendi Nasution, dan akan memanggil direktur rumah sakit tersebut.

"Ini sudah cukup parah, kami akan meminta keterangan walikota langsung," ujar kedua politisi itu.

Sebenarnya, pada akhir tahun lalu, Walikota Padangsidimpuan Irsan Efendi Nasution telah melakukan sidak. Hasilnya rumah sakit pemerintah itu memang tidak layak.

Kekecewaan yang dirasakan warga khususnya pasien di rumah sakit itu atas pelayanan yang selama ini diberikan akhirnya tidak terbantahkan.

Orang nomor satu di Kota Padangsidimpuan menilai manajemen rumah sakit tersebut tidak sesuai harapan masyarakat. Penilaiannya itu diakuinya usai melaksanakan sidak ke RSUD Kota Padangsidimpuan, pada Kamis 14 Nopember 2019.

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

Warga Gembira TransJakarta Layani Rute Kepulauan Seribu

Selasa, 11 Agustus 2026 | 06:10

KPK Temukan Dokumen Pengurusan Perkara Lain di Rumah Ayah Iptu Setya Budi Dias

Rabu, 12 Agustus 2026 | 22:18

UPDATE

Harga Minyak Dunia Merangkak Naik ke 93 Dolar AS

Jumat, 21 Agustus 2026 | 10:17

TransNusa dan Tourism Malaysia Ajak Media Eksplorasi Penang, Perlis hingga Langkawi

Jumat, 21 Agustus 2026 | 09:57

Rupiah Perpanjang Tren Positif di Jumat Pagi

Jumat, 21 Agustus 2026 | 09:51

Strategi Mendapatkan Libur Panjang Saat Peringatan Maulid Nabi 2026

Jumat, 21 Agustus 2026 | 09:46

OTT Rektor Unsoed, KPK Tangkap 14 Orang dan Amankan Uang Ratusan Juta

Jumat, 21 Agustus 2026 | 09:35

IHSG Naik ke 6.526,30, Saham Mayoritas Menguat

Jumat, 21 Agustus 2026 | 09:20

Salah Paham tentang Kembali ke UUD 1945

Jumat, 21 Agustus 2026 | 09:06

Kebutuhan Pangan Pengungsi NTT Dipastikan Terpenuhi, Stok Beras 39 Ribu Ton

Jumat, 21 Agustus 2026 | 09:00

Bursa Asia Merah Tergusur Sentimen Wall Street

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:58

Terjaring OTT KPK, Rektor Unsoed Diduga Terkait Korupsi PMB

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:49

Selengkapnya