Berita

Ilustrasi Jabat Tangan/Net

Nusantara

Hindari Penyebaran Virus, Jangan Tersinggung Jika Ada Yang Menolak Salaman Dan Cipika Cipiki

SELASA, 17 MARET 2020 | 12:10 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Untuk mencegah terjadi penularan dan sekaligus meredam penyebarannya, masyarakat di seluruh dunia diimbau agar melakukan social distancing, yaitu menjaga jarak.

Setidaknya masing-masing perlu menjaga jarak sekitar 1 meter dan tidak melakukan kontak fisik.  

Hal itu pulalah yang akhirnya mengubah kebiasaan hidup masyarakat saat ini, yaitu tidak ada lagi bersalaman atau cipika cipiki.


Pelukan juga sangat dihindari sebesar apa pun rasa senang kita saat bertemu dengan sahabat terdekat atau kerabat.

Masyarakat mulai membiasakan untuk memberikan isyarat tangan, mengatukan kedua tangan di dada sebagai pengganti salam, atau para remaja menggunakan tos kaki.

Beberapa negara mulai mensosialisasikan hal tersebut. Di Beijing, China, orang-orang diberitahu untuk tidak berjabat tangan. Begitu juga di negara-negara yang terpapar virus corona.

Menteri Dalam Negeri Jerman, Horst Seehofer menolak saat Kanselir Angela Merkel ingin bersalaman dengannya. Ia memili tersenyum dan mengangkat tangannya di dada sebagai jawaban salaman. Akhirnya mereka berdua tertawa dan Merkel mengangkat tangannya sebelum duduk.

Di Selandia Baru, beberapa lembaga pendidikan di Selandia Baru untuk sementara meninggalkan salam Maori yang dikenal sebagai hongi, yang melibatkan dua orang menyatukan hidung mereka.

Sedangkan di Timur Tengah, khususnya di Uni Emirat Arab, serta Qatar, warganya diminta untuk menghentikan salam tradisional "hidung ke hidung".

UAE juga mengatakan bahwa orang tidak boleh berjabatan tangan. "Melambai saja cukup sebagai bentuk salam," kata pemerintah UEA.
Walikota Surabaya Tri Rismaharini berpesan kepada warga agar tidak mudah tersinggung jika seseorang menolak bersalaman.

"Ada perubahan hidup yang mendasar sekali menurut saya yang kita semua tidak perlu saling tersinggung, tidak perlu marah kalau misalkan kemudian ada seseorang apalagi dia punya sakit kehilangan imunitas, dia menjauh kita tidak boleh tersinggung," kata Risma saat konferensi pers di rumah dinasnya beberapa hari lalu.

"Ada yang tidak mau jabat tangan, kita tidak boleh tersinggung. Jika ada di tempat ibadah, di masjid, dia tidak mau menggunakan karpet atau sajadah, kita tidak boleh tersinggung," ujarnya.

Menurut Risma, pola hidup ini dilakukan untuk melindungi diri sendiri dan orang lain. Karena, penyebaran virus Corona terjadi melalui kontak fisik.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Andre Rosiade Sambangi Bareskrim Polri Usai Nenek Penolak Tambang Ilegal Dipukuli

Senin, 12 Januari 2026 | 14:15

Cuaca Ekstrem Masih Akan Melanda Jakarta

Senin, 12 Januari 2026 | 14:10

Bitcoin Melambung, Tembus 92.000 Dolar AS

Senin, 12 Januari 2026 | 14:08

Sertifikat Tanah Gratis bagi Korban Bencana Bukti Kehadiran Negara

Senin, 12 Januari 2026 | 14:03

KPK Panggil 10 Saksi Kasus OTT Bupati Lampung Tengah Ardito Wijaya

Senin, 12 Januari 2026 | 14:03

Prabowo Terharu dan Bangga Resmikan 166 Sekolah Rakyat di Banjarbaru

Senin, 12 Januari 2026 | 13:52

Kasus Kuota Haji, Komisi VIII Minta KPK Transparan dan Profesional

Senin, 12 Januari 2026 | 13:40

KPK Periksa Pengurus PWNU DKI Jakarta Terkait Dugaan Korupsi Kuota Haji

Senin, 12 Januari 2026 | 13:12

Prabowo Tinjau Sekolah Rakyat Banjarbaru, Ada Fasilitas Smartboard hingga Laptop Persiswa

Senin, 12 Januari 2026 | 13:10

Air Naik hingga Sepinggang, Warga Aspol Pondok Karya Dievakuasi Polisi

Senin, 12 Januari 2026 | 13:04

Selengkapnya