Berita

Menara Eiffel, maskot Prancis/Net

Dunia

Banyak Pejabat Prancis Yang Positif Virus Corona, Sejauh Ini WNI Masih Aman

SELASA, 17 MARET 2020 | 06:58 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Prancis mencatat banyak pejabatnya yang positif virus corona. Sebanyak dua menteri dan 13 pejabat parlemen Prancis dinyatakan terjangkit virus tersebut.  

Kedutaan Besar RI di Prancis, Arrmanatha Nasir, mengatakan belasan pejabat Prancis yang positif virus corona itu adalah Menteri Kebudayaan, Menteri Muda Ekologi, 12 pejabat Majelis Nasional, dan seorang anggota Senat.

"Jumlah kasus Covid-19 di Prancis mencapai 4.500, dengan penambahan 893 kasus dalam 1 hari terakhir. Lebih dari 300 kasus dalam penanganan intensif," ucap Arrmanatha Nasir, melalui pernyataannya, Senin (16/3).


Untuk menghindari penyebaran penularannya, pemerintah Prancis menerapkan sejumlah kebijakan, salah satunya dengan menutup semua tempat umum non-esensial seperti restoran, cafe, bioskop, dan kelab.

"Dirjen Kesehatan Prancis menyampaikan bahwa situasi di Prancis berkembang menjadi epidemi di hampir seluruh wilayah Prancis," kata Arrmanatha.

Namun begitu, ia menyebutkan hingga Senin (16/3) belum ada WNI yang terinfeksi virus Corona (COVID-19) di Prancis. KBRI Paris terus memantau dan mengimbau para WNI di Prancis.

"Sampai saat ini kita belum ada laporan terkait WNI yang terkena COVID-19,” katanya.

Saat ini terdapat 4.023 WNI yang tersebar di seantero Prancis.

KBRI Paris juga telah menyiapkan langkah-langkah guna melindungi para WNI dari virus Corona. Salah satu langkahnya adalah membuat satu grup komunikasi antar-KBRI dengan perwakilan WNI di Prancis agar sebaran informasi keadaan WNI bisa terpantau dengan baik.

"KBRI Paris dan KJRI Marseille telah aktifkan grup koordinasi sehingga secara langsung telah menghubungi perwakilan WNI, Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI), dan Asosiasi Indonesia di Prancis untuk mendapatkan informasi terkini kondisi WNI di seluruh wilayah Prancis," demikian bunyi salah satu pernyataan tertulis dari KBRI Paris.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

Pelaku Penembakan Rombongan Tito Karnavian Diringkus

Jumat, 03 April 2026 | 19:59

UPDATE

Nasdem Ingatkan Ancaman El Nino dan Dampak Geopolitik ke Pangan Nasional

Selasa, 07 April 2026 | 14:17

Istana Kaji Wacana Potong Gaji Menteri, Belum ada Keputusan

Selasa, 07 April 2026 | 14:14

Pemerintah Genjot Biofuel untuk Redam Dampak Kenaikan Harga Pangan

Selasa, 07 April 2026 | 14:02

Benteng Etika Digital: Pemerintah Godok Dua Perpres untuk Jinakkan Risiko AI

Selasa, 07 April 2026 | 13:53

KPK Panggil Petinggi 5 Perusahaan Travel Haji

Selasa, 07 April 2026 | 13:34

Seruan Saiful Mujani Tak Digubris, Istana: Prabowo Fokus Agenda Strategis

Selasa, 07 April 2026 | 13:33

Monitoring Ketat Jadi Kunci WFH ASN Tetap Produktif

Selasa, 07 April 2026 | 13:21

Pemerintah Klaim Ketahanan Pangan Nasional Stabil hingga 11 Bulan ke Depan

Selasa, 07 April 2026 | 13:17

Jangan Adu Domba Rakyat dengan Pemerintah Soal BBM

Selasa, 07 April 2026 | 13:11

Kasus Suap Pemkab Bekasi: KPK Periksa Istri Ono Surono Sebagai Saksi

Selasa, 07 April 2026 | 13:08

Selengkapnya