Berita

Ilustrasi/Net

Nusantara

Simpang Siur Pasien Corona Bekasi, Ubaidillah Badrun: Semoga Wartawan Tidak Tertular

SENIN, 16 MARET 2020 | 13:30 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Pemerintahan Presiden Joko Widodo kembali melakukan hal buruk dalam managemen informasi terkait penanganan virus corona atau Covid-19.

Managemen informasi yang buruk tersebut nampak setelah Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kami mengumumkan ada tujuh pasien yang positif corona.

Dari ketujuh pasien tersebut, terdapat warga Bekasi yang sudah meninggal dunia pada 3 Maret kemarin di Rumah Sakit (RS) Dr. Hafidz Cianjur, Jawa Barat.


Padahal, pemerintahan Jokowi melalui jurubicara pemerintah Indonesia untuk Covid-19, Ahmad Yurianto telah menegaskan warga Bekasi tersebut negatif Ccorona.

Awalnya memang Yurianto menyampaikan hal yang berbeda dihari yang sama, yakni pada Selasa (3/3). Di mana, Yurianto di Istana Negara Jakarta pada siang harinya menegaskan bahwa warga Bekasi yang meninggal dunia negatif corona.

Namun, pada sore harinya di Gedung Kementerian Kesehatan, Yurianto terlihat ragu terhadap hasil laboratorium tersebut. Yurianto menyampaikan akan memastikan kembali hasil spesimen yang negatif benar milik warga Bekasi yang meninggal atau bukan.

Keesokan harinya, Yurianto kembali menegaskan bawah warga Bekasi tersebut negatif Corona.

Selang hampir dua pekan kemudian yakni pada Minggu (15/3) kemarin, Gubernur Jabar Ridwan Kamil mengungkapkan hal yang berbeda. Bahwa warga Bekasi yang meninggal tersebut hasilnya positif corona.

Apalagi, istri dan anaknya juga dipastikan positif corona.

Dampak informasi yang blunder tersebut menimbulkan dampak yang buruk. Di mana, kemungkinan virus corona menyebar ke orang lain selama hampir dua pekan tersebut sangat besar.

Apalagi, wartawan yang bertugas di Bekasi sempat ke kediaman korban yang meninggal dunia tersebut usai jenazah dimakamkan.

Para wartawan berinteraksi langsung dengan keluarga korban yang ingin menyampaikan bahwa anggota keluarganya tersebut negatif corona berdasarkan hasil laboratorium yang disampaikan oleh pihak RS di Cianjur.

Menanggapi itu, Asosiasi Program Studi Pendidikan Sosiologi dan Antropologi Indonesia (APPSANTI), Ubedilah Badrun berharap para wartawan yang sempat kontak dengan pasien positif corona tidak terpapar virus tersebut.

"Saya mendo'akan kepada teman jurnalis yang sempat kontak dengan pasien positif corona, semoga tidak terkena corona," ucap Ubedilah Badrun kepada Kantor Berita Politik RMOL, Senin (16/3).

Bahkan, Ubedilah meminta kepada wartawan yang sering berkomunikasi dan bertemu dengan narasumber dalam melakukan peliputan kasus corona di Indonesia untuk bersikap tenang dan mengikuti standar medis.

"Ketenangan merespon dan ikhtiar mengikuti standar medis adalah kunci bagi individu yang berinteraksi dengan pasien terinfeksi corona," pungkasnya.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Andre Rosiade Sambangi Bareskrim Polri Usai Nenek Penolak Tambang Ilegal Dipukuli

Senin, 12 Januari 2026 | 14:15

Cuaca Ekstrem Masih Akan Melanda Jakarta

Senin, 12 Januari 2026 | 14:10

Bitcoin Melambung, Tembus 92.000 Dolar AS

Senin, 12 Januari 2026 | 14:08

Sertifikat Tanah Gratis bagi Korban Bencana Bukti Kehadiran Negara

Senin, 12 Januari 2026 | 14:03

KPK Panggil 10 Saksi Kasus OTT Bupati Lampung Tengah Ardito Wijaya

Senin, 12 Januari 2026 | 14:03

Prabowo Terharu dan Bangga Resmikan 166 Sekolah Rakyat di Banjarbaru

Senin, 12 Januari 2026 | 13:52

Kasus Kuota Haji, Komisi VIII Minta KPK Transparan dan Profesional

Senin, 12 Januari 2026 | 13:40

KPK Periksa Pengurus PWNU DKI Jakarta Terkait Dugaan Korupsi Kuota Haji

Senin, 12 Januari 2026 | 13:12

Prabowo Tinjau Sekolah Rakyat Banjarbaru, Ada Fasilitas Smartboard hingga Laptop Persiswa

Senin, 12 Januari 2026 | 13:10

Air Naik hingga Sepinggang, Warga Aspol Pondok Karya Dievakuasi Polisi

Senin, 12 Januari 2026 | 13:04

Selengkapnya