Berita

Petugas kesehatan Korea Selatan secara proaktif memeriksa warga/Net

Kesehatan

Adian Napitupulu: Pemerintah Perlu Segera Sediakan Alat Test Corona Dalam Jumlah Banyak

SENIN, 16 MARET 2020 | 09:16 WIB | LAPORAN: YELAS KAPARINO

Pemerintah perlu segera menyediakan sebanyak mungkin alat test virus baru corona atau Covid-19. Penyediaan alat test itu berikut pendistribusiannya secara merata  penting dilakukan segera untuk pencegahan dan penularan massal virus corona di Indonesia.

Demikian dikatakan anggota Komisi I DPR RI Adian Napitupulu dalam keterangan kepada redaksi.

"Alat test ini bisa membantu pemerintah untuk mengidentifikasi apakah seseorang terinfeksi virus corona atau tidak hanya dalam waktu tidak lebih dari 15 menit," jelas Adian.


"Melakukan test massal di berbagai wilayah akan membuat pemerintah mampu mengidentifikasi penyebaran di masing masing daerah dan selanjutnya menerapkan perlakuan perlakuan khusus yang bisa jadi berbeda di setiap wilayah tergantung dari besar kecilnya tingkat sebarannya," ujar Politisi PDIP itu lagi.

Menurut Adian, saat ini berbagai merk alat test virus corona sudah dipasarkan oleh beberapa negara.

"Alat test Corona saat ini sudah di produksi massal dan di gunakan di berbagai negara untuk mencegah penularan massal yang lebih jauh," terangnya.

Bahkan beberapa negara dikatakanya sudah memiliki stok cukup banyak.

"Sampai hari ini India sudah membeli 150 juta alat test sementara Kuwait dan Belanda masing masing membeli 30 juta dan 7,5 juta alat test," ungkapnya.

Ia memberi contoh bahwa beberapa produk dalam minggu ini bisa di dapatkan dengan harga berkisar Rp 140 ribu hingga Rp 350 ribu per alat test.

"Jadi jika Pemerintah membeli 500 ribu boks yang bisa di gunakan untuk test terhadap 15 juta orang maka pemerintah perlu menganggarkan biaya antara Rp 2,1 triliun  hingga Rp 5,25 triliun,” ujar Adian lagi.

Adian juga menekankan bahwa pemerintah jangan sampai menjadi korban calo dalam pengadaan alat tes tersebut.

"Baiknya pemerintah tidak menggunakan perantara tetapi bisa memesan langsung sehingga harga tidak dipermainkan oleh oknum oknum yang mencari keuntungan dari situasi sulit saat ini," tandasnya.

"Apa yang dilakukan oleh pemerintah dengan menyiapkan 10 ribu alat test tentu masih jauh dari cukup mengingat jumlah penduduk kita yang sudah mencapai lebih dari 250 juta jiwa," tutup Adian.

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

Warga Gembira TransJakarta Layani Rute Kepulauan Seribu

Selasa, 11 Agustus 2026 | 06:10

KPK Temukan Dokumen Pengurusan Perkara Lain di Rumah Ayah Iptu Setya Budi Dias

Rabu, 12 Agustus 2026 | 22:18

UPDATE

Harga Minyak Dunia Merangkak Naik ke 93 Dolar AS

Jumat, 21 Agustus 2026 | 10:17

TransNusa dan Tourism Malaysia Ajak Media Eksplorasi Penang, Perlis hingga Langkawi

Jumat, 21 Agustus 2026 | 09:57

Rupiah Perpanjang Tren Positif di Jumat Pagi

Jumat, 21 Agustus 2026 | 09:51

Strategi Mendapatkan Libur Panjang Saat Peringatan Maulid Nabi 2026

Jumat, 21 Agustus 2026 | 09:46

OTT Rektor Unsoed, KPK Tangkap 14 Orang dan Amankan Uang Ratusan Juta

Jumat, 21 Agustus 2026 | 09:35

IHSG Naik ke 6.526,30, Saham Mayoritas Menguat

Jumat, 21 Agustus 2026 | 09:20

Salah Paham tentang Kembali ke UUD 1945

Jumat, 21 Agustus 2026 | 09:06

Kebutuhan Pangan Pengungsi NTT Dipastikan Terpenuhi, Stok Beras 39 Ribu Ton

Jumat, 21 Agustus 2026 | 09:00

Bursa Asia Merah Tergusur Sentimen Wall Street

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:58

Terjaring OTT KPK, Rektor Unsoed Diduga Terkait Korupsi PMB

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:49

Selengkapnya