Berita

Jaya Suprana/Net

Jaya Suprana

Jangan Remehkan Kearifan Nusantara

JUMAT, 13 MARET 2020 | 16:44 WIB | OLEH: JAYA SUPRANA

GUBERNUR Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa melalui akun instagramnya (18/2/2020) mengunggah sebuah video kabar gembira untuk seluruh masyarakat di Indonesia dan dunia.

Empon-Empon

Peneliti Universitas Airlangga, Surabaya, Jawa Timur, Prof. Dr, Chairul Anwar Nidom berhasil menemukan penangkal virus Corona (COVID-19).


Ternyata penangkal angkara murka virus Corona adalah curcumin yang ada pada tanaman empon-empon seperti jahe, kunyit, sereh dan temulawak yang biasa digunakan sebagai bumbu masak serta minuman masyarakat Indonesia.

Penemuan Prof. Chairul Anwar Nidom menggarisbawahi fakta bahwa nenek moyang bangsa Indonesia yang menggunakan empon-empon sebagai bahan ramuan utama jamu telah menciptakan sebuah mahakarya kebudayaan kesehatan yang sangat berharga bagi peradaban umat manusia.

DR. (Cand). dr. Inggrid Tania, Ketua Umum Perkumpulan Dokter Pengembang Obat Tradisional dan Jamu Indonesia, menegaskan bahwa empon-empon seperti temulawak, kunyit, sereh, jahe, memang memiliki kandungan curcumin dan senyawa lain bersifat anti peradangan dan antioksidan.

Jamu yang mengandung ramuan empon-empon siap dikonsumsi setiap hari, demi meningkatkan daya tahan tubuh terhadap gangguan penyakit.

Sejarah

Mahaguru kenegaraan saya, Letjen TNI Purnawirawan Soepardjo Rustam yang sempat menjadi ajudan Panglima Besar TNI, Jenderal Soedirman, berkisah masa perjuangan laskar TNI bergerilya di pedesaan dan hutan belantara melawan angkara murka kaum penjajah yang tidak merelakan kemerdekaan bangsa Indonesia.

Laskar TNI gagah perkasa berkat senantiasa minum bukan obat farmasi buatan penjajah, namun jamu baik yang secara bergerilya diproduksi perusahaan jamu maupun yang diam-diam diramu masyarakat pedesaan berdasar resep warisan nenek moyang bangsa Indonesia.

Jauh sebelum obat farmasi yang merupakan mahakarya kesehatan Eropa dihadirkan oleh kaum penjajah di persada nusantara, nenek-moyang bangsa Indonesia seperti Hayam Wuruk, Gajah Mada, Sultan Agung, Pangeran Diponegoro, Teuku Umar, Tjut Nyak Dien dan lain-lain senantiasa sehat-walafiat dan segar bugar berkat selalu minum jamu yang mengandung ramuan jahe, kunyit, sereh dan temulawak sebagai warisan mahakarya kebudayaan kesehatan Indonesia.

Dalam acara penyerahan sumbangsih jamu BASMINGIN kepada PMI Pusat demi ikut membantu menjaga kesehatan masyarakat dalam menghadapi ancaman virus Corona, mantan Wapres pada dua presiden yang kini Ketua Umum PMI Pusat, Dr. Jusuf Kalla berkisah tentang masyarakat Sulawesi yang banyak menggunakan jahe dan kunyit di dalam masakan tradisional masyarakat Sulawesi yang di samping lezat sekaligus juga berfungsi sebagai penjaga kesehatan.

Kearifan Tradisional


Segenap fakta peradaban itu membuktikan bahwa jamu memang benar-benar sudah teruji secara empirik sejak dahulu kala oleh bangsa Indonesia di laboratorium kenyataan kehidupan.

Maka tidak perlu diragukan lagi sebab tidak terbantahkan lagi bahwa jamu memang merupakan mahakarya warisan kebudayaan kesehatan bangsa Indonesia yang dipersembahkan kepada umat manusia di marcapada ini.

Sebaiknya para pemuja kearifan milenial yang berasal dari bangsa asing jangan meremehkan kearifan nusantara yang berasal dari bangsa sendiri.

Maka atas kesadaran atas kedigdayaan kearifan nusantara, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parwangsa mengajak para ibu rumah tangga menghidupkan kembali gerakan program nasional Apotek Hidup menanam empon-empon di kebun rumah masing-masing sebagai sediaan bahan ramuan jamu demi bersama meningkatkan upaya meningkatkan kedaulatan kesehatan keluarga Indonesia. Merdeka!

Penulis adalah pembelajar warisan kearifan tradisonal nusantara sebagai bagian dari Gerakan Kebanggaan Nasional.

Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Jusuf Hamka Siapkan Rp5 Triliun untuk Borong Saham

Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:21

UPDATE

OKI Kecam Serangan Houthi ke Makkah dan Madinah

Minggu, 25 Oktober 2026 | 10:17

Jakarta Running Festival Jadi Role Model Ajang Lari Nasional

Minggu, 25 Oktober 2026 | 10:01

Carbon Capture di Petrokimia Gresik Berpeluang Kurangi Impor Soda Ash

Minggu, 25 Oktober 2026 | 09:47

KPK Bantah Kembali Sita Uang Rp40 Juta dari Salah Satu PCNU Terkait Muktamar NU

Minggu, 25 Oktober 2026 | 09:27

Mantan Panglima TNI Pertama dari Angkatan Laut Widodo AS Wafat

Minggu, 25 Oktober 2026 | 09:12

Aksi Iklim Lintas Iman Desak Siklus Karhutla Tahunan Segera Diputus

Minggu, 25 Oktober 2026 | 09:02

Akuisisi Saham BYAN Haji Isam Sejalan dengan UU Minerba

Minggu, 25 Oktober 2026 | 08:44

Bill Gates: AI Bisa Picu Gejolak Ekonomi dan Sosial Selama 20 Tahun

Minggu, 25 Oktober 2026 | 08:43

Kehadiran Kopdes Bawa Harapan untuk Ekonomi Desa

Minggu, 25 Oktober 2026 | 08:19

Pesantren Didorong Ikut Terlibat dalam Pencegahan Karhutla

Minggu, 25 Oktober 2026 | 08:05

Selengkapnya