Berita

Elizabeth Schneider/Net

Kesehatan

Jangan Panik, Seorang Pasien Corona Di Seattle Berhasil Pulih Setelah Karantina Diri Sendiri

JUMAT, 13 MARET 2020 | 10:29 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Virus corona memang mematikan, namun bukan berarti seorang yang terinfeksi tidak bisa pulih.

Adalah Elizabth Schneider, seorang perempuan asal Amerika Serikat yang tinggal di Seattle ini pernah menjadi salah satu korban ganasnya corona.

Kendati begitu, ia terbukti bisa pulih dan menjalankan kehidupannya kembali dengan normal.


Pesan Schneider hanya satu. Jangan panik.

Schneider yang merupakan sarjana bioengineering menceritakan bagaimana pengalamannya ketika mengkarantina diri sendiri di rumah saat terjangkit corona.

Perempuan 37 tahun ini mulai mengalami gejala flu pada 25 Februari atau tiga hari setelah ia pulang dari sebuah pesta. Ternyata, ada lima orang lainnya yang dinyatakan terinfeksi dalam pesta tersebut.

"Saya bangun dan merasa lelah. Tapi itu tidak lebih dari apa yang biasanya anda rasakan ketika anda harus bangun dan pergi bekerja. (Pasalnya saya sangat sibuk akhir pekan sebelumnya," ujar Schneider.

Kendati begitu, beberapa jam setelahnya, Schneider mulai merasakan sakit kepala disertai demam dan sakit badan. Alhasil, ia izin pulang.

Setelah tidur siang, Schneider kemudian mengecek suhunya. Pada saat itu suhunya mencapai sekitar 39,4 derajat Celcius.

Pada saat itu, Schneider mulai menggigil.

"Saya merasa kedinginan dan kesemutan pada kaki dan tangan, jadi itu sedikit mengkhawatirkan," ujarnya.

Dia kemudian meminum obat-obatan penurun demam dan flu. Schneider juga memanggil seorang teman untuk menjaganya. Beberapa hari kemudian, demamnya mulai turun.

Setelah mengikuti laporan berita terkait virus corona, dia mulai curiga. Kendati begitu, ia tidak segera memeriksakan diri karena tidak merasakan gejala batuk dan sesak napas.

Namun beberapa hari kemudian, Schneider menemukan sebuah unggahan temannya yang menyatakan beberapa orang dari pesta yang is kunjungi dinyatakan positif terinfeksi.

Karena kecurigaannya semakin tinggi, Schneider kemudian memutuskan untuk mendaftar program penelitian Seattle Flu Study.

Dalam program tersebut, tim peneliti akan mengirim Schneider alat pemeriksa hidung. Setelah itu, Schneider akan mengirimkan kembali alat beserta sampel dan menunggu hasilnya dalam beberapa hari.

Hasilnya, Schneider dinyatakan positif terinfeksi Covid-19.

"Saya sedikit terkejut, karena saya pikir itu agak keren. Memang, saya mungkin tidak akan merasa seperti itu jika sakit parah," ujarnya sembari tertawa kecil.

Schneider kemudian diberitahu untuk tetap di rumah sampai setidaknya tujuh hari setelah gejala atau 72 jam setelah gejala mereda.

Saat ini, sudah sepekan sejak Schneider pulih. Ia mulai bekerja, namun masih menghindari pertemuan publik.

"Pesannya jangan panik," imbau Schneider.

"Jika anda berpikir bahwa anda memilikinya (virus corona) atau memang iya anda memilikinya. Ada mungkin harus dites," lanjut Schneider.

Jika gejalanya tidak mengancam jiwa, Schneider mengatakan, tetap di rumah, berobat dengan obat-obatan yang ada, banyak minum air, banyak istirahat, dan periksa acara TV yang ingin anda tonton.

Populer

Malaysia Jadi Negara Pertama yang Keluar dari Perjanjian Dagang AS

Selasa, 17 Maret 2026 | 12:18

Anggaran Pendidikan Diperebutkan, Sistemnya Tak Pernah Dibereskan

Sabtu, 14 Maret 2026 | 07:48

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

TNI Tegas dalam Kasus Andrie Yunus, Beda dengan Polri

Sabtu, 21 Maret 2026 | 05:03

Pemudik Sebaiknya Perhatikan Enam Pesan Ini

Minggu, 15 Maret 2026 | 03:11

Polisi Diminta Profesional Tangani Kasus VCS Bupati Lima Puluh Kota

Jumat, 20 Maret 2026 | 00:50

Rismon Dituding Bohong soal Ijazah Jokowi

Minggu, 15 Maret 2026 | 05:04

UPDATE

H+3 Lebaran Emas Antam Stagnan, Buyback Merosot Rp80 Ribu

Selasa, 24 Maret 2026 | 10:01

NTT Butuh Alat Berat dan Logistik Mendesak Pasca Banjir dan Longsor

Selasa, 24 Maret 2026 | 09:47

Rahasia AC Mobil Tetap Beku di Tengah Kemacetan Arus Balik Lebaran 2026

Selasa, 24 Maret 2026 | 09:40

Prabowo Telepon Presiden Palestina, Tegaskan Solidaritas dari Indonesia

Selasa, 24 Maret 2026 | 09:34

Harga Minyak Anjlok 11 Persen

Selasa, 24 Maret 2026 | 09:22

Menanti Pembukaan Bursa Usai Libur Lebaran: Peluang dan Risiko di Pasar Saham RI

Selasa, 24 Maret 2026 | 09:01

Saham-saham Asia Terbang Usai Keputusan Trump

Selasa, 24 Maret 2026 | 08:44

Iran: Tidak Ada Negosiasi dengan AS, Itu Berita Bohong untuk Manipulasi Pasar

Selasa, 24 Maret 2026 | 08:33

Pasar Saham AS Melonjak Setelah Trump Tunda Serangan ke Iran

Selasa, 24 Maret 2026 | 08:18

Leonid Radvinsky Wafat: Jejak Sang Raja Platform OnlyFans yang Fenomenal

Selasa, 24 Maret 2026 | 08:07

Selengkapnya