Berita

Anggota Komisi IX DPR RI Saleh Partaonan Daulay/RMOL

Politik

Pasca MA Tolak Kenaikan Iuran BPJS, DPR Sarankan Dana Infrastruktur Dikurangi Untuk Tambal Defisit

KAMIS, 12 MARET 2020 | 15:56 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Setelah Mahkamah Agung (MA) memutuskan kenaikan iuran BPJS Kesehatan dibatalkan, pemerintah harus mencari cara lain untuk menutup defisit keuangan BPJS.

Setidaknya, ada bebera alternatif untuk menyikapi hal tersebut dengan mengurangi sedikit anggaran proyek infrastruktur hingga melakukan revisi Undang Undang pengelolaan jaminan kesehatah nasional (JKN).

Begitu disampaikan anggota Komisi IX DPR RI Saleh Partaonan Daulay dalam diskusi publik bertajuk "Progres BPJS Kesehatan Pasca Putusan MA?" di Media Center DPR RI, Gedung Nusantara III, Komplek Parlemen, Senayan, Kamis (12/3).


"Nah sekarang sudah diputus turunin, jangan diam dong. Nah dari mana uangnya? Carilah. Terus bagaimana? Nah menurut saya salah satu alternatif yang bisa dalam waktu dekat dikerjakan, kurangilah infrastruktur itu sedikit," ujar Saleh Daulay.

"Saya tadi ngasih poin, paling gampang UU-nya direvisi, nanti kita diskusikan isinya yang baik," imbuhnya menegaskan.

Menurut Saleh Daulay, anggaran infrastruktur pemerintah itu menelan biaya yang sangat fantastis, terutama rencana pemindahan Ibu Kota Negara (IKN) yang mencapai Rp 466 Triliun.

"Jangan terlaku banyak itu infrastruktur. Benar enggak? Kan infrastruktur juga banyak yang utang ke luar negeri. Coba bayangin pemindahan Ibukota Rp 466 triliun. Itu berarti sudah bisa membiayai BPJS selama 4 tahun, bisa kita subsidi dari situ," tutur Politisi PAN ini.

Kendati begitu, sambungnya, bukan berarti proyek infrastruktur pemerintah dihentikan secara total. Namun, hanya beberapa anggarannya disubsidikan ke BPJS Kesehatan untuk menambal defisit. Sebab, prioritas Presiden Jokowi di periode keduanya untuk membangun Sumber Daya Manusia (SDM).

"Apakah kita harus setop (infrastruktur)? Enggak, jangan disetop, silahkan lanjutkan, tapi tentu harus dengan diskusi dan jangan lupakan juga pembangunan SDM. Katanya Pak Jokowi periode kedua ini arah orientasinya pembangunan SDM?," kata Saleh Daulay.

"Nah karena itu salah satu fondasinya itu kesehatan. Kalau rakyat banyak  yang sakit, sengsara kita," demikian Saleh Daulay.

Selain Saleh Daulay, turut hadir narasumber lain anggota Komisi IX DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Rahmad Handoyo, dan Ketua KORNAS MP BPJS (Pengamat BPJS), Hery Susanto.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

IJTI: Buku Saku 0 Persen Rujukan Penting Pers dan Publik

Sabtu, 11 April 2026 | 18:18

Prabowo Minta Maaf Belum Bawa Pencak Silat ke Olimpiade

Sabtu, 11 April 2026 | 17:50

Aktivis Tegas Lawan Pengkhianat Konstitusi

Sabtu, 11 April 2026 | 17:27

OTT KPK Tangkap 18 Orang, Bupati Tulungagung Digulung

Sabtu, 11 April 2026 | 16:19

Ingatkan JK, Banggar DPR: Kenaikan Harga BBM Bisa Turunkan Daya Beli Masyarakat

Sabtu, 11 April 2026 | 16:14

Wamen Ossy: Satgas PKH Wujud Penyelamatan Kekayaan Negara

Sabtu, 11 April 2026 | 15:54

Jawab Tren, TV Estetik dengan Teknologi Flagship Diluncurkan

Sabtu, 11 April 2026 | 15:21

KNPI Soroti Gerakan Pemakzulan: Sebut Capaian Pemerintahan Prabowo Sangat Nyata

Sabtu, 11 April 2026 | 14:54

Setelah 34 Tahun, Prabowo Pamit dari Kursi Ketum IPSI di Munas XVI

Sabtu, 11 April 2026 | 14:47

Hadiri Munas IPSI, Prabowo Ungkap Jejak Keluarga dalam Dunia Pencak Silat

Sabtu, 11 April 2026 | 14:28

Selengkapnya