Berita

Buruh/Net

Politik

Buruh Terus Galang Kekuatan Jelang Aksi Mogok Nasional

KAMIS, 12 MARET 2020 | 13:58 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Konfederasi Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia (KASBI) bersama lintas serikat buruh dan elemen masyarakat masih terus melakukan konsolidasi menghimpun kekuatan untuk menolak omnibus law Rancangan UU Cipta Kerja (Ciptaker).

Hal itu menyusul rencana mogok nasional gabungan serikat buruh yang dalam waktu dekat akan beramai-ramai turun ke jalan untuk menolak RUU sapu jagat itu.

"Masih dalam konsolidasi membangun kekuatan dan konsolidasi berbagai macam sektor, tidak hanya kaum buruh," ujar Ketua Umum Konfederasi KASBI, Nining Elitos saat berbincang dengan Kantor Berita Politik RMOL sesaat lalu di Jakarta, Kamis (12/3).


Nining Elitos memastikan gelombang protes di daerah masih terus berlanjut hingga aksi mogok nasional digelar. Tercatat, sambungnya, ada ribuan buruh yang berunjuk rasa di sejumlah titik di Jawa Barat.

“Di Garut sekitar 1.000 buruh, Karawang, Cimahi Bandung sekitar 5.000 buruh melakukan aksi yang sama. Kemarin ada Surabaya, Madiun, Jakarta. Tukang ojek, petani, mahasiswa bergerak melakukan aksi bersama rakyat sipil," ucap aktivis perempuan yang mengidolakan mendiang Marsinah ini.

"Kami masih aksi-aksi daerah dan akan ada aksi terus bergelombang," imbuh Nining Elitos menegaskan.

Jutaan buruh mengancam akan melakukan mogok masal secara nasional menolak RUU Ciptaker.

Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal menyatakan pihaknya akan melakukan mogok kerja sebagai bentuk protes.

Namun, langkah itu akan sangat mungkin ditempuh jika pemerintah tidak melakukan dialog dengan para serikat buruh yang terdampak akibat RUU Ciptaker ini.

"Jangan karena kerakusannya, memaksa buruh melawan dengan keras. Tapi kami enggak akan memilih jalan itu (mogok kerja massal) kalau social dialogue dikedepankan," kata Said Iqbal saat jumpa pers di Hotel Sari Pacific, Jakarta, Rabu (11/3) kemarin. 

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

IJTI: Buku Saku 0 Persen Rujukan Penting Pers dan Publik

Sabtu, 11 April 2026 | 18:18

Prabowo Minta Maaf Belum Bawa Pencak Silat ke Olimpiade

Sabtu, 11 April 2026 | 17:50

Aktivis Tegas Lawan Pengkhianat Konstitusi

Sabtu, 11 April 2026 | 17:27

OTT KPK Tangkap 18 Orang, Bupati Tulungagung Digulung

Sabtu, 11 April 2026 | 16:19

Ingatkan JK, Banggar DPR: Kenaikan Harga BBM Bisa Turunkan Daya Beli Masyarakat

Sabtu, 11 April 2026 | 16:14

Wamen Ossy: Satgas PKH Wujud Penyelamatan Kekayaan Negara

Sabtu, 11 April 2026 | 15:54

Jawab Tren, TV Estetik dengan Teknologi Flagship Diluncurkan

Sabtu, 11 April 2026 | 15:21

KNPI Soroti Gerakan Pemakzulan: Sebut Capaian Pemerintahan Prabowo Sangat Nyata

Sabtu, 11 April 2026 | 14:54

Setelah 34 Tahun, Prabowo Pamit dari Kursi Ketum IPSI di Munas XVI

Sabtu, 11 April 2026 | 14:47

Hadiri Munas IPSI, Prabowo Ungkap Jejak Keluarga dalam Dunia Pencak Silat

Sabtu, 11 April 2026 | 14:28

Selengkapnya