Berita

Kotak hitam Ukraine Airlines/Net

Dunia

Selang Dua Bulan, Iran Janji Serahkan Kotak Hitam Ukraine Airlines Ke Ukraina Untuk Dianalisis

KAMIS, 12 MARET 2020 | 09:27 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Iran telah berjanji untuk menyerahkan kotak hitam pesawat Boeing 737-800 milik Ukraine Airlines kepada Ukraina untuk dianalisis.

Rabu (11/3), perwakilan Iran di Organisasi Penerbangan Sipil Internasional (ICAO) di Montreal, Farhad Parveresh, mengatakan, kotak hitam tersebut akan dikirim ke Kiev.

Ukraina dan Kanada yang memiliki jumlah korban paling banyak dalam kecelakaan yang terjadi pada 8 Januari lalu kemudian menyambut baik keputusan Iran ini.


"Saya menerima Iran atas kata-kata mereka. Tetap saya lebih suka menilai tindakan mereka begitu kotak hitam ada di Eropa dan kami memiliki ahli kami sendiri yang telah mampu menganalisis," ujar Menteri Luar Negeri Kanada, Francois-Philippe Champagne seperti dimuat CNA.

Hal yang kurang lebih sama juga diungkapkan oleh Dutabesar Ukraina untuk Kanada, Andriy Schevchenko. Ia mengatakan Ukraina menyambut keputusan Iran, dan jika keahlian tambahan diperlukan, maka kota hitam akan dikirim ke Prancis untuk dianalisis lebih lanjut.

Iran sendiri sebelumnya telah mengakui dua kotak hitam pesawat tersebut rusak dan tidak memiliki kemampuan teknis untuk mengekstraksi data dari sana.

Ada pun pesawat dengan kode penerbangan PS752 tersebut jatuh dan terbakar tidak lama setelah lepas landas. Insiden tersebut terjadi hanya beberapa jam setelah Iran melakukan serangan balasan dengan menembakkan rudal ke pangkalan militer AS di Irak.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

Konsep Pasar Modern Tak Harus Identik Bangunan Mewah

Selasa, 07 April 2026 | 04:15

Jangan cuma Israel, Preman Kampung di Purwakarta Juga Wajib Dikutuk

Selasa, 07 April 2026 | 04:04

Tukang Ojek Ditembak Penumpang, Motor Dibawa Kabur

Selasa, 07 April 2026 | 03:38

Subsidi BBM Bocor Rp7 Triliun Gegara Kemacetan Jakarta

Selasa, 07 April 2026 | 03:15

KA Bangunkarta Anjlok di Bumiayu, Penumpang Dievakuasi 10 Bus

Selasa, 07 April 2026 | 03:00

Fahira Sodorkan Lima Strategi Pasar Tradisional Jadi Fondasi Jakarta Kota Global

Selasa, 07 April 2026 | 02:25

Waspada Politik Gunting dalam Lipatan di Lingkaran Istana

Selasa, 07 April 2026 | 02:11

Muslim Iran, Berjuanglah untuk Islam

Selasa, 07 April 2026 | 02:07

Viral Mobil Dinas di Kawasan Puncak, Pemprov DKI Minta Maaf

Selasa, 07 April 2026 | 01:36

Seruan Pemakzulan Prabowo Muncul dari Ketakutan Operasi Besar Berantas Korupsi

Selasa, 07 April 2026 | 01:12

Selengkapnya