Berita

Din Syamsuddin/Net

Politik

Tangkal Sebaran Corona, Din Syamsuddin: Perbanyak Doa Agar Tidak Turun Azab

KAMIS, 12 MARET 2020 | 09:01 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Seluruh keluarga bangsa Indonesia harus bersatu padu meningkatkan solidaritas kebangsaan menghadapi dan mencegah persebaran wabah virus corona baru atau Covid-19 di seluruh penjuru tanah air.

Begitu pesan  Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, Din Syamsuddin untuk menangkal sebaran corona yang telah menyebabkan 4.500 orang meninggal dan menjangkit 120 ribu orang di mancanegara.

Di Indonesia, ada 37 kasus positif virus corona yang terjadi, dengan satu kasus meninggal dunia.


Din Syamsuddin turut mengajak kepada keluarga besar bangsa Indonesia, khususnya umat beragama untuk semakin mendekatkan diri kepada Tuhan Yang Maha Esa, Allah SWT.

“Perbanyak doa memohon perlindungan-Nya, agar tidak menurunkan azab yang melampaui batas kemampuan manusia mengatasinya,” tutur Din kepada wartawan, Kamis (12/3).

Selain berdoa, Din juga menganjurkan untuk melakukan ikhtiar manusiawi melalui pendekatan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk mencegah dan mengatasi sebaran Covid-19. Salah satunya dengan memasang alat deteksi dini, khususnya di tempat-tempat umum.

Masyarakat juga perlu melakukan upaya untuk menjaga kesehatan bersama dengan menghindari langkah yang walaupun baik tapi dapat menularkan virus, seperti bersalaman secara tidak higienis.

“Tidaklah mengurangi keakraban jika, untuk sementara waktu, bersalaman tanpa menyentuh tangan,” tuturnya.

Sementara kepada pemerintah, mantan ketua umum PP Muhammadiyah ini mengimbau untuk mengerahkan segala daya dan upaya, seperti membuka sarana pemeriksaan kesehatan baik rumah sakit maupun pusat kesehatan masyarakat lainnya, menyediakan masker pelindung, menyediakan obat pembersih tangan (hand sanitizer), dan mengembangkan pengobatan tradisional dengan memanfaatkan sumber daya nabati yang ada di Nusantara.

“Khusus tentang masker, seyogyanya tidak ada pihak yang boleh mengambil keuntungan dengan menimbun atau menaikkan harga. Dalam keadaan krisis seperti ini, seyogyanya  pemerintah dapat menyediakan masker secara gratis kepada warga masyarakat yang sangat memerlukannya,” tutupnya.

Populer

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

Prabowo Diminta Tindak Tegas Kelompok yang Masih Persoalkan Hasil Pilpres 2024

Selasa, 22 September 2026 | 23:16

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

UPDATE

Nasib Pengalihan Utang Whoosh Tak Jelas, Ini Penjelasan Wamenkeu

Jumat, 02 Oktober 2026 | 22:20

Ombudsman Soroti Masa Sanggah Data Rumah Rusak Gempa NTT Terlalu Singkat

Jumat, 02 Oktober 2026 | 21:55

KPK Dalami Pengurusan HGB PT Bela Parahiyangan hingga ke Pusat

Jumat, 02 Oktober 2026 | 21:36

Rafyq Pandjaitan Terpilih Ketua KWP, Ariawan Titip Pesan Ini

Jumat, 02 Oktober 2026 | 20:50

KBRI Singapura Tak Punya Dokumen Pendidikan Gibran

Jumat, 02 Oktober 2026 | 20:20

Jenderal Sigit jadi Bidak Benteng dalam Catur Pemerintahan Prabowo

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:57

Hatta Rajasa Pastikan Wantimpres Beri Nasihat Berkualitas untuk Presiden

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:44

Kapolri Berganti, Jenderal Sigit Serahkan Panji Tribrata ke Jenderal Suyudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:40

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Bersama UI, Peradi Profesional Bidik Pendidikan Advokat Lebih Berkualitas

Jumat, 02 Oktober 2026 | 18:51

Selengkapnya