Berita

Din Syamsuddin/Net

Politik

Din Syamsuddin: Pemerintah Punya Cukup Alasan Nyatakan Indonesia Darurat Corona

KAMIS, 12 MARET 2020 | 07:40 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Wabah virus corona baru atau Covid-19 telah menjadi pandemi dunia. Sebanyak 4.500 orang telah meninggal karena virus asal Wuhan, China tersebut. Di mana total ada 120 ribu orang di mancanegara yang terjangkit.

Atas dasar fakta tersebut, Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, Din Syamsuddin meminta semua pihak untuk meningkatkan rasa keprihatinan yang tinggi (sense of crisis). Dia juga meminta pemerintah untuk jujur dalam mengatasi sebaran wabah ini di Indonesia.

Terlebih, kini sudah ada 37 kasus positif virus corona yang terjadi di Indonesia, dengan satu kasus meninggal dunia.


“Pemerintah harus menyadari bahwa krisis ini adalah musibah besar. Tidak bisa bisa dianggap sepele,” tuturnya kepada redaksi, Kamis (12/3).

Bahkan bagi mantan ketua umum PP Muhammadiyah itu, pemerintah sudah memiliki alasan yang cukup untuk menyatakan bahwa Indonesia darurat wabah corona. Dengan begitu, maka upaya perlindungan kepada rakyat bisa ditingkatkan.

“Pemerintah perlu memperketat pengawasan arus masuk manusia melalui semua pintu ke dalam wilayah Indonesia dari mancanegara, khususnya dari negara sumber virus corona,” imbau Din Syamsuddin.

Populer

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

Prabowo Diminta Tindak Tegas Kelompok yang Masih Persoalkan Hasil Pilpres 2024

Selasa, 22 September 2026 | 23:16

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

UPDATE

Nasib Pengalihan Utang Whoosh Tak Jelas, Ini Penjelasan Wamenkeu

Jumat, 02 Oktober 2026 | 22:20

Ombudsman Soroti Masa Sanggah Data Rumah Rusak Gempa NTT Terlalu Singkat

Jumat, 02 Oktober 2026 | 21:55

KPK Dalami Pengurusan HGB PT Bela Parahiyangan hingga ke Pusat

Jumat, 02 Oktober 2026 | 21:36

Rafyq Pandjaitan Terpilih Ketua KWP, Ariawan Titip Pesan Ini

Jumat, 02 Oktober 2026 | 20:50

KBRI Singapura Tak Punya Dokumen Pendidikan Gibran

Jumat, 02 Oktober 2026 | 20:20

Jenderal Sigit jadi Bidak Benteng dalam Catur Pemerintahan Prabowo

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:57

Hatta Rajasa Pastikan Wantimpres Beri Nasihat Berkualitas untuk Presiden

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:44

Kapolri Berganti, Jenderal Sigit Serahkan Panji Tribrata ke Jenderal Suyudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:40

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Bersama UI, Peradi Profesional Bidik Pendidikan Advokat Lebih Berkualitas

Jumat, 02 Oktober 2026 | 18:51

Selengkapnya