Berita

Presiden KSPI Said Iqbal/RMOL

Politik

Said Iqbal: Omnibus Law Bikin Indonesia Lebih Brutal Dari Negara Liberal!

RABU, 11 MARET 2020 | 21:42 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Keberadaan omnibus law, khususnya terkait RUU Cipta Kerja dinilai hanya akan merugikan banyak pekerja di Indonesia. RUU ini mencerminkan keberpihakan pemerintah terhadap tenaga kerja asing (TKA).

Presiden KSPI Said Iqbal memandang, semangat revolusi industri 4.0 seperti saat ini akan memperkerjakan banyak TKA tanpa prosedur jelas sebagaimana diatur dalam UU 3/2013 tentang Ketenagakerjaan.

"Di dalam omnibus law disebut, startup boleh TKA, tanpa izin, tanpa melalui proses pengesahan," ujar Said Iqbal dalam jumpa pers di Hotel San Pacific, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Rabu (11/3).


"Industrinya, perusahaannya di Indonesia, yang kerja orang China tapi yang bayar orang Indonesia. Orang lokalnya ke mana? Enggak dilindungi," sambungnya.

Menurut Said Iqbal, aturan ini bakal merugikan banyak masyarakat pekerja di Indonesia. Sebab di dalam negeri, saat ini banyak perusahaan startup seperti GoJek, Grab, Blibli.com, Tokopedia, Bukalapak dan perusahaan ekonomi digital sejenis lainnya.

"Berarti nanti yang disebut startup kerjanya pakai HP doang. Kalau sekarang UU 13/2003, tenaga kerja asing harus skill workers. Kalau omnibus disahkan, siapa pun brutal, pasar bebas yang brutal," tegas Said Iqbal.

Oleh karena itu, Said Iqbal melihat pemerintah Indonesia saat ini tengah membuat aturan yang lebih liberal dari negara-negara maju di dunia.

"Amerika, Jepang, Eropa saja yang menganut sistem liberal tidak sebrutal Indonesia. Kita brutal, seolah-olah dikasih JKP (Jamknan Kehilangan Pekerjaan), wong kita yang bayar. Itu kan iuran, tidak masuk akal sehat," tutup Said Iqbal.

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

UPDATE

Besok Pantura Jateng Diprediksi Banjir Rob Lebih Lama

Minggu, 14 Juni 2026 | 22:22

Turun Ke Kupang, Komut Pertamina Pastikan Pasokan Energi di Perbatasan Aman

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:47

Prabowo Terima Laporan Rosan soal Lonjakan Kepercayaan Investor Global

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:40

Masyarakat Harus Jaga Persatuan di Tengah Tekanan Ekonomi Global

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:26

Prabowo Kumpulkan Sejumlah Menteri di Kertanegara, Bahas Apa?

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:21

Ketum PKB: Politik Bukan Cuma Rebutan Kekuasaan!

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:19

Wakapolri dan Akpol '90 Bakti Sosial dan Kesehatan Gratis

Minggu, 14 Juni 2026 | 20:49

Tuan Guru Batak Kecam Eks Ketua BEM UGM yang Diduga Hina Presiden

Minggu, 14 Juni 2026 | 20:32

PKB Jabar Fest Siapkan Kader Muda jadi Pemimpin Masa Depan

Minggu, 14 Juni 2026 | 20:31

KPK Buka Fakta Viral Foto Tumpukan Uang Valas Silmy Karim

Minggu, 14 Juni 2026 | 19:53

Selengkapnya