Berita

Irmanputra Sidin/Net

Politik

Pakar: Tabrakan Kepentingan Dalam Menyatukan 79 UU Sulit Dibayangkan

RABU, 11 MARET 2020 | 18:33 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Omnibus law sebagai sebuah metode tidak masalah diterapkan di Indonesia. Hanya saja intensi atau materi dari RUU yang dibuat yang harus dicermati.

Begitu kata pakar hukum tata negara Irmanputra Sidin dalam video yang diunggah di chanel YouTube pribadinya pada Selasa (10/3). Video ini diberi judul “Presiden Mengambil Alih Kekuasaan DPR?”.

“Omnibus law ini idenya tidak menjadi persoalan. Tetapi intensinya, materinya, itu membuat, oh kayaknya ada juga masalah di omnibus law,” tuturnya.


Irman lantas membayangkan akan adanya beragam kepentingan yang saling bertabrakan dalam pembahasan RUU omnibus law. Pasalnya dalam pembuatan RUU yang biasa saja, satu pasal bisa mekar hingga 5 pasal karena banyak kepentingan.

Irman lantas mengurai pengalamannya dalam menguji UU di Mahkamah Konstitusi (MK). Perubahan satu kata atau tanda baca saja, putusan disampaikan satu tahun berikutnya.

“Apalagi ini, satu RUU bisa memangkas 79 UU (RUU Ciptaker). Saya bisa ngebayangin kepentingannya bagaimana,” tuturnya.

Populer

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

Prabowo Diminta Tindak Tegas Kelompok yang Masih Persoalkan Hasil Pilpres 2024

Selasa, 22 September 2026 | 23:16

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

UPDATE

Nasib Pengalihan Utang Whoosh Tak Jelas, Ini Penjelasan Wamenkeu

Jumat, 02 Oktober 2026 | 22:20

Ombudsman Soroti Masa Sanggah Data Rumah Rusak Gempa NTT Terlalu Singkat

Jumat, 02 Oktober 2026 | 21:55

KPK Dalami Pengurusan HGB PT Bela Parahiyangan hingga ke Pusat

Jumat, 02 Oktober 2026 | 21:36

Rafyq Pandjaitan Terpilih Ketua KWP, Ariawan Titip Pesan Ini

Jumat, 02 Oktober 2026 | 20:50

KBRI Singapura Tak Punya Dokumen Pendidikan Gibran

Jumat, 02 Oktober 2026 | 20:20

Jenderal Sigit jadi Bidak Benteng dalam Catur Pemerintahan Prabowo

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:57

Hatta Rajasa Pastikan Wantimpres Beri Nasihat Berkualitas untuk Presiden

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:44

Kapolri Berganti, Jenderal Sigit Serahkan Panji Tribrata ke Jenderal Suyudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:40

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Bersama UI, Peradi Profesional Bidik Pendidikan Advokat Lebih Berkualitas

Jumat, 02 Oktober 2026 | 18:51

Selengkapnya