Berita

Jokowi saat resmikan kereta cepat/Net

Politik

Iwan Sumule: Kereta Cepat Bikin Banjir Di Indonesia, Sebabkan Korupsi Di China

RABU, 11 MARET 2020 | 13:46 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

RMOL. Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung yang digarap PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) menuai polemik. Pasalnya, pengerjaan proyek ini disebut-sebut sebagai penyebab banjir di kawasan yang dilalui.

Bahkan Kementerian PUPR telah memberhentikan sementara proyek tersebut per 2 Maret lalu. Pemberhentian dilakukan karena sistem manajemen konstruksi tidak aman untuk dilanjutkan dan ada evaluasi terkait drainase, kebersihan jalan, penataan akses, dan penataan pagar pengaman proyek yang sebelumnya menjadi catatan kementerian.

Proyek yang penuh masalah ini pun tidak lepas dari sorotan Ketua DPP Partai Gerindra Iwan Sumule. Menurutnya, proyek yang dikebut di periode pertama Presiden Jokowi ini telah menimbulkan masalah di Indonesia dan China.   


“Proyek kereta cepat sebabkan banjir di Indonesia, sebabkan korupsi di China,” terangnya kepada redaksi, Rabu (11/3).

Pernyataan Iwan Sumule ini mengacu pada kasus korupsi yang menimpa Gubernur Provinsi Hainan, Ji Wenlin. Di mana pada 2016 lalu, Ji Wenlin mengaku dapat komisi fee dari perusahaan China yang mendapat proyek di negara Asia.

Fee berkisar 10 hingga 20 persen dari setiap proyek yang dikerjakan. Proyek itu salah satunya di Indonesia dan diduga berkaitan kereta cepat.

“Nama Rini disebut terkait korupsi di China. 2016 Ji Wenlin mengatur remittance sebesar 5 juta dolar AS melalui Rini,” urai Iwan Sumule.

“Di China Ji Wenlin dipenjara 14 thn, di Indonesia Rini bebas,” sindirnya.

Adapun pada April 2016 lalu, Rini Soemarno merasa upaya mengaitkan dirinya dengan kasus Ji Wenlin adalah bagian dari fitnah. Mantan Menteri BUMN itu bahkan menantang pihak-pihak yang menuduh untuk bisa memberikan bukti keterlibatannya dalam kasus Ji Wenlin.

“Kasih buktinya. Panggil saya, minta bukti, jangan sembarangan. Maksud saya, apa pun kita sebagai bangsa dan manusia jangan memfitnah. Kalau mau apa-apa, tunjukkanlah bunyinya. Kasih lihat," kata Rini kala itu.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Zero ODOL Sulit Diterapkan, DPR Ingatkan Risiko Inflasi di Sektor Logistik

Jumat, 10 April 2026 | 12:14

Catut Nama Pimpinan KPK, Komplotan Pegawai Gadungan Peras Anggota DPR

Jumat, 10 April 2026 | 11:51

Sentimen Perang Picu Spekulasi Logistik: Ancaman Baru bagi Stabilitas Pangan Nasional

Jumat, 10 April 2026 | 11:39

Komplotan Pegawai KPK Gadungan Dibongkar, 17.400 Dolar AS Disita dari Aksi Pemerasan

Jumat, 10 April 2026 | 11:28

DPR: Sejumlah Jalan Tol Cacat Sejak Awal Konstruksi

Jumat, 10 April 2026 | 11:16

Emas Antam Makin Mahal, Cek Daftarnya Hari Ini

Jumat, 10 April 2026 | 11:05

KPK-Polda Metro Tangkap 4 Pegawai Gadungan di Jakarta Barat

Jumat, 10 April 2026 | 11:03

Ini Kronologi Kasus Petral yang Menjerat Riza Chalid dan Enam Tersangka Lainnya

Jumat, 10 April 2026 | 10:53

Bulan Ini Prabowo Bakal Groundbreaking 21 Proyek Hilirisasi dan 29 Titik PSEL

Jumat, 10 April 2026 | 10:49

KPK Terapkan Skema Kerja BDR-BDK untuk Dukung Efisiensi Energi

Jumat, 10 April 2026 | 10:34

Selengkapnya