Berita

Andi Arief/Net

Politik

Harus Dikaji Lagi, Investasi Minim Gara-gara Birokrasi Atau Keraguan Dunia Pada Pemerintah?

RABU, 11 MARET 2020 | 08:14 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Investasi menjadi salah satu yang terus dikebut di pemerintahan Joko Widodo-Maruf Amin. Kementerian Kemaritiman dan Investasi bahkan dibentuk untuk agar pembangunan bisa berjalan cepat.

Tidak cukup sampai di situ. Beragam kebijakan turut dikeluarkan dengan alasan investasi. Paling mencolok saat ini adalah keinginan untuk melebur sejumlah UU melalui metode omnibus law.

Menanggapi hal itu, politisi Partai Demokrat Andi Arief mengingatkan kepada pemerintah untuk tidak salah diagnosa masalah. Penyebab minimnya investasi asing dan lokal yang dianggap sebagai biang keladi pertumbuhan ekonomi harus diuji dan dikaji lagi.


“Karena kekhawatiran terhadap birokrasi dan rakyat ataukah ketidakpercayaan pada pemerintah yang berkuasa. Jangan salah diagnosa,” tuturnya kepada redaksi, Rabu (11/3).

Lebih lanjut, Andi Arief meminta kepada Presiden Joko Widodo dan para menteri untuk maksud di balik kengototan mereka memaksakan sejumlah RUU omnibus law. Termasuk menjawab pertanyaan publik apakah langkah itu diambil demi mencairkan utang.

“Harus menjelaskan apakah omnibus law yang dipaksakan saat ini merupakan syarat pemberian utang dari IMF dan sekutu-sekutunya?” demikian Andi Arief.

Populer

Panglima TNI Bantah Seskab Teddy Diperiksa Polisi Militer

Sabtu, 07 November 2026 | 09:32

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

Upaya Makar Geng Solo

Sabtu, 07 November 2026 | 05:07

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

UPDATE

Helikopter Pemadam Karhutla BNPB Jatuh di Sungai Barito

Minggu, 08 November 2026 | 14:30

Putin Pastikan Rusia-AS-Ukraina Kembali Berunding Pekan Depan di Abu Dhabi

Minggu, 08 November 2026 | 14:26

Plt Bupati Klaten Dicecar KPK soal Penerimaan Uang Hamenang dan Era Sebelumnya

Minggu, 08 November 2026 | 14:19

Al Aqsha Travel Gelar Akademi Marketing Haji untuk Perkuat Kompetensi Mitra

Minggu, 08 November 2026 | 14:02

Bahlil Ancam Tempuh Jalur Hukum Gegara Namanya Dikaitkan dengan Isu Penyadapan Prabowo

Minggu, 08 November 2026 | 13:47

Gempa 5,7 Magnitudo Guncang Jepang, 20 Orang Terluka

Minggu, 08 November 2026 | 13:42

Penyadapan Presiden Prabowo Biang Kerok Ekonomi Tidak Stabil

Minggu, 08 November 2026 | 13:28

Green Wakaf, Memperluas Manfaat Wakaf untuk Menjaga Kelestarian Alam

Minggu, 08 November 2026 | 13:08

Pengamat: Peran Seskab Teddy Strategis dalam Komunikasi Politik Pemerintah

Minggu, 08 November 2026 | 13:02

AS Siapkan Rp362 Miliar untuk Pembocor Informasi Nuklir Iran

Minggu, 08 November 2026 | 12:40

Selengkapnya