Berita

Jaya Suprana/Net

Jaya Suprana

Telekantor

SELASA, 10 MARET 2020 | 20:12 WIB | OLEH: JAYA SUPRANA

KAKEK saya, T.K. Suprana adalah pendiri perusahaan Djamoe Tjap Djago pada tahun 1918 di desa Wonogiri, Jawa Tengah, Indonesia.  Saya tidak sempat berjumpa dengan kakek yang meninggalkan dunia fana ini sebelum saya dilahirkan. Namun nenek merupakan narasumber sejarah Djamoe Tjap Djago yang kini dikenal sebagai Jamu Jago.

Sejarah

Nenek saya berkisah bahwa pada awalnya Djamoe Tjap Djago sebagai perusahaan rumah-tangga kelas gurem melakukan segenap manajemen perusahaan mulai dari produksi, pernjualan, administrasi sampai keuangan di rumah kakek-nenek dengan dua karyawan yaitu kakek saya dan nenek saya. Tidak ada pabrik dan juga tidak ada kantor sebab baik pabrik untuk produksi mau pun kantor untuk melaksanakan manajemen semua berada di rumah kakek-nenek saya.


Sebagai Presiden Direktur merangkap Direktur Pemasaran dan Keuangan, kakek saya tidak perlu setiap pagi berangkat ke kantor sebab kantor berada di rumah beliau. Demikian pula nenek saya sebagai Direktur Produksi meramu jamu dapat menunaikan tugas profesional bukan di kantor yang terletak di luar rumah namun di kantor di dalam rumah sendiri.

Kuno

Bagi yang sudah terbiasa bahwa sebuah lembaga usaha harus memiliki kantor yang terletak di luar rumah pengusaha bersengkutan, mungkin terkesan Djamoe Tjap Djago terkesan tidak profesional sambil terkesan kuno alias ketinggalan jaman. Namun jangan lupa bahwa jaman selalu berubah.

Yang semula terkesan kuno bisa saja kemudian malah terkesan sangat modern alias sesuai dengan perubahan jaman. Dan fakta membuktikan bahwa teknologi telekomunikasi visual mau pun audio telah memungkinkan kantor masa kini dapat dikelola tanpa meninggal rumah masing-masing pengusaha mau pun para pekerjanya.

SEC

Pada awal Maret 2020, The Securities and Exchange Commission  (SEC) telah menetapkan kebijakan bahwa segenap karyawan dan direksi di kantor pusat mereka di negara bagian Distrik Columbia, Amerika Serikat agar jangan dapat ke kantor akibat kecemasan akibat virus Corona.

Kecemasan atas virus Corona diawali dengan seorang karyawan terpaksa dirawat di rumah sakit setempat akibat penyakit saluran pernafasan yang diduga akibat virus Corona.
Demi mencegah virus Corona mewabah lewat kantor mereka maka manajemen SEC menetapkan kebijakan bahwa segenap karyawan dan direksi tetap menunaikan tugas masing-masing dengan menggunakan teknologi telekomunasi audio-visual demi melakukan telemanajemen jarak jauh dari rumah masing-masing.

Pimpinan SEC dengan lebih dari 4.000 karyawan tersebar di seluruh Amerika Serikat lantang mengeluarkan maklumat   “Even with increased telework, the SEC remains able and committed to fully executing its mission on behalf of investors, including monitoring market function and working closely with other regulators and market participants,”. SEC membuktikan bahwa kebudayaan kerja kontemporer telah bergeser dari kantor menjadi telekantor.

Teknologi Komunikasi

Saya makin kagum kepada kakek dan nenek saya sebagai dua karyawan merangkap pemimpin serta pemilik perusahaan Djamoe Tjap Djago yang kini sudah berusia menjelang 102 tahun.

Ternyata kakek-nenek saya memiliki kearifan tradisional yang semula terkesan kuno alias ketinggalan zaman namun 102 tahun kemudian terbukti sebagai kearifan tradisional yang selaras dengan perubahan zaman.
Sejak awal, kakek-nenek saya sudah memiliki kearifan tradisional visioner jauh ke masa depan yang 102 tahun kemudian terbukti selaras dengan perubahan zaman akibat kemajuan teknologi telekomunikasi yang memungkinkan manusia bekerja bahkan bekerja sama secara jarak jauh sehingga tidak perlu meninggalkan domisili masing-masing.

Teknologi telekomunikasi audio-visual memungkinkan para ibu dan bapak rumah tangga tidak perlu meninggalkan rumah demi menunaikan tugas profesional mereka masing-masing.
Penulis adalah pembelajar peradaban di planet bumi

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Dubai Menuju Kota Hantu

Selasa, 31 Maret 2026 | 13:51

UPDATE

Diminati Klub Azerbaijan, Persib Siap Lepas Eliano Reijnders?

Sabtu, 04 April 2026 | 15:58

Investasi Emas untuk Keuntungan Maksimal: Mengapa Harus Disimpan dalam Jangka Panjang?

Sabtu, 04 April 2026 | 15:37

Harga Plastik Melonjak, Pengamat Ingatkan Dampaknya Bisa Lebih Berbahaya dari BBM

Sabtu, 04 April 2026 | 14:49

DPR Minta ASN yang WFH Dipantau Ketat!

Sabtu, 04 April 2026 | 14:31

Komisi V DPR Minta Pemerintah Lakukan Pemilihan Terdampak Gempa Sulut-Malut

Sabtu, 04 April 2026 | 14:00

DPR Minta Pemda Pertahankan Guru PPPK Paruh Waktu di Tengah Efisiensi Anggaran

Sabtu, 04 April 2026 | 13:47

Trump Digugat Dua Lusin Negara Bagian Terkait Pemilu

Sabtu, 04 April 2026 | 13:24

Daftar Tayang Bioskop April 2026: Dari Petualangan Galaksi Mario hingga Ketegangan Horor Lokal

Sabtu, 04 April 2026 | 13:22

Ledakan di Markas PBB Lebanon Kembali Lukai 3 Prajurit TNI, 2 Luka Serius

Sabtu, 04 April 2026 | 13:01

Sindiran Iran ke AS Menggema di Tengah “Pembersihan” Pentagon

Sabtu, 04 April 2026 | 12:51

Selengkapnya